Hanya laga antara Paris Saint-Germain vs Atletico Madrid di Rose Bowl, Pasadena, yang mampu menghadirkan atmosfer megabintang. Lebih dari 80.000 penonton memadati stadion untuk menyaksikan dua raksasa Eropa itu.
Turnamen Bergengsi, Tapi Gagal Atmosfer
Meskipun membawa label “Piala Dunia”, turnamen ini terlihat kehilangan euforianya. Penempatan jadwal yang janggal, lokasi yang kurang strategis, serta minimnya promosi lokal dinilai menjadi faktor utama kegagalan atmosfer pertandingan.
Jika kondisi ini terus berlanjut, tak menutup kemungkinan Piala Dunia Antarklub 2025 justru tercatat sebagai turnamen paling sunyi dalam sejarah sepak bola modern.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







