Bupati berharap workshop ini menghasilkan rencana aksi RB yang lebih spesifik, terukur, dan berdampak langsung pada pembangunan Tanah Bumbu.
“Tahun 2026, kolaborasi harus lebih ditingkatkan karena masih banyak warga yang membutuhkan,” pesannya.
Ia juga menegaskan pentingnya rencana aksi yang relevan untuk mendukung visi “Tanah Bumbu Maju, Makmur, dan Beradab”.
Workshop ini dihadiri oleh Budi Prawira selaku Asisten Deputi Reformasi Birokrasi, Yulian Herawati selaku Pj. Sekda Tanah Bumbu, Ir. Hj. Galuh Tantri Narindra selaku Kepala Biro Organisasi Provinsi Kalsel, Pimpinan SKPD, instansi vertikal, serta Tim Aksi Percepatan Pembangunan Daerah Tanah Bumbu.
Dengan semangat kolaborasi, Pemkab Tanah Bumbu berkomitmen mempercepat reformasi birokrasi guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efisien dan berintegritas.
Kalimantanlive.com/MC Tanbu










