Iran Memanas! 380 WNI Terjebak, Evakuasi Hanya Bisa Lewat Jalur Darat karena Wilayah Udara Ditutup

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Ketegangan antara Israel dan Iran berdampak langsung pada ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Iran. Pemerintah Indonesia telah menyusun rencana evakuasi, namun proses tersebut hanya bisa dilakukan melalui jalur darat karena pesawat tidak bisa melintasi wilayah udara Iran yang kini berstatus rawan perang.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengaktifkan langkah-langkah kontingensi untuk menyelamatkan sekitar 380 WNI yang mayoritas berada di Teheran, ibu kota Iran.

# Baca Juga :Resmi! Joan Garcia Gabung Barcelona, Calon Pewaris Takhta Ter Stegen

# Baca Juga :Rusia Ancam AS: Jangan Nekat Bantu Militer Israel, Bisa Picu Perang Besar di Timur Tengah!

# Baca Juga :Honda Step WGN e:HEV Siap Meluncur di GIIAS 2025, Pre-Order Cuma Rp10 Juta!

# Baca Juga :Gunung Ile Lewotolok Meletus 296 Kali Sehari, Lava Melejit hingga 700 Meter!

“Pesawat tidak bisa ke sana. Satu-satunya (opsi) adalah jalur darat,” ujar Sugiono dalam pernyataan di St. Petersburg, Rusia, Rabu (18/6), sebagaimana dilansir Antara, Kamis (19/6/2025).

Situasi Makin Kacau, Evakuasi Siaga Satu

Sugiono menyatakan bahwa situasi di Iran makin memburuk karena intensitas serangan yang meningkat. Bukan hanya target militer yang disasar, tetapi juga objek-objek sipil, membuat kondisi semakin berbahaya bagi para WNI.

Sebagai respons cepat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran kini telah meningkatkan status kesiagaan dari Siaga 2 menjadi Siaga 1. Langkah ini memungkinkan tim diplomatik untuk bergerak cepat jika evakuasi harus dilakukan sewaktu-waktu.
Indonesia Lobi Negara Tetangga Iran untuk Buka Jalur Evakuasi

Pemerintah Indonesia juga telah melakukan komunikasi diplomatik dengan negara-negara tetangga Iran agar bersedia mempermudah akses lintas batas bila rencana evakuasi dilaksanakan.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan negara tetangga Iran. Kami mohon supaya pada saat evakuasi dilakukan, warga negara kita diberi kemudahan melewati perbatasannya,” terang Sugiono.

Langkah diplomatik ini sangat krusial karena kondisi di perbatasan juga tengah diliputi ketegangan akibat dampak konflik regional.