KALIMANTANLIVE.COM – Gula darah tinggi bukan hanya soal angka di alat tes. Kondisi ini bisa menunjukkan gejalanya di berbagai bagian tubuh, termasuk kepala, mata, tenggorokan, dan perut. Mengenali tanda-tandanya sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti kerusakan ginjal, jantung, hingga kebutaan.
# Baca Juga :Real Madrid Tertahan 1-1 Lawan Al Hilal, Gonzalo Garcia Bersinar dan Raih Man of the Match!
# Baca Juga :Hakim Sempat Menangis Saat Vonis Zarof Ricar! Korupsi Rp 1 Triliun Hancurkan Wibawa Mahkamah Agung
# Baca Juga :Man City Bungkam Wydad AC 2-0! Gol Foden Hanya Butuh 111 Detik, Reijnders Langsung Debut
# Baca Juga :Waspada! Banjarmasin dan Banjarbaru Hari Ini Hujan, BMKG: Kelembapan Udara di Kalsel Cukup Tinggi
Berikut beberapa sinyal tubuh yang perlu diwaspadai saat kadar gula darah mulai melonjak:
1. Sakit Kepala Mendadak
Salah satu tanda awal yang sering muncul adalah sakit kepala. Menurut dr. Anisha Patel dari Medical Office Manhattan, rasa sakit ini bukan karena gula itu sendiri, melainkan karena fluktuasi kadar glukosa yang memengaruhi hormon otak seperti epinefrin dan norepinefrin. Perubahan ini membuat pembuluh darah di otak menyempit atau melebar cepat, memicu rasa nyeri.
“Fluktuasi kadar glukosa memengaruhi otak lebih dari organ lainnya,” jelas Patel.
2. Penglihatan Kabur
Gula darah tinggi bisa mengganggu fokus mata, terutama saat kadarnya naik secara drastis. Dilansir dari National Institute of Diabetes, penglihatan kabur bisa terjadi selama beberapa hari hingga minggu karena cairan di lensa mata berubah atau mengalami pembengkakan. Untungnya, kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik saat gula darah kembali stabil.
3. Tenggorokan Kering dan Haus Terus-Menerus
Merasa haus berlebihan dan tenggorokan kering bisa jadi tanda gula darah Anda sedang tinggi. Caroline Apovian, profesor dari Universitas Boston, menyebutkan bahwa saat kadar glukosa meningkat, tubuh menarik cairan dari sel ke aliran darah untuk menjaga keseimbangan. Akibatnya, sel jadi kekurangan air dan memicu rasa haus.
“Rasa haus bisa muncul dalam lima sampai sepuluh menit setelah glukosa masuk ke darah,” katanya kepada Health.com.
4. Mual dan Muntah di Perut
Saat kadar gula darah tidak terkendali, bisa terjadi kondisi serius yang disebut ketoasidosis diabetik (KAD). Ini adalah keadaan darurat medis yang ditandai dengan mual dan muntah, karena tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi dan menghasilkan keton beracun.
Menurut Florida Endocrinology Center, akumulasi keton dalam darah dapat membuat perut terasa tidak nyaman dan memicu muntah.
5. Sering Buang Air Kecil, Terutama di Malam Hari
Ginjal berusaha keras menyaring kelebihan gula dari darah, sehingga memicu frekuensi buang air kecil yang meningkat. Jika ginjal tidak mampu menyerap kembali glukosa, maka kelebihannya akan dibuang melalui urine. Kondisi ini disebut nokturia jika terjadi secara berulang di malam hari.







