KALIMANTANLIVE.COM – FIFA mengejutkan dunia mode dengan langkah yang tak biasa: meluncurkan label fashion mewah bernama FIFA 1904. Bukan sekadar lini merchandise biasa, kali ini Federasi Sepak Bola Dunia tampil ambisius dengan koleksi berkelas tinggi—mulai dari mantel kasmir, sheath dress, hingga blazer tailoring premium—yang siap menantang rumah mode ternama dunia.
Label ini resmi diperkenalkan dalam sebuah acara eksklusif penuh selebritas di Beverly Hills, Los Angeles, Amerika Serikat. Deretan tamu istimewa hadir, termasuk aktris Tiffany Haddish, aktor Matt Bomer, model Alessandra Ambrosio, serta eks bintang lapangan hijau seperti Javier Pastore dan Juan Pablo Ángel.
# Baca Juga :Resmi Dibuka 29 Juni! Ini Daftar Sekolah Kedinasan 2025 Tanpa Syarat Nilai UTBK, PKN STAN Termasuk!
# Baca Juga :Piala Dunia Antarklub 2025 Kacau Balau! Rumput Kering, Panas Ekstrem, Tiket Sepi, dan Skor Jomplang Jadi Sorotan
# Baca Juga :Putin Janji Banjiri RI dengan Minyak! Rusia Siap Bantu Prabowo Genjot Produksi Migas Nasional
# Baca Juga :Gattuso Resmi Tangani Timnas Italia! Janji Bangkitkan Semangat Azzurri dan Ikuti Jejak Lippi
Dari Lapangan ke Runway: Ambisi Gaya Global FIFA
FIFA 1904 merupakan hasil kolaborasi FIFA dengan VFiles, platform budaya pop dan mode besutan Julie Anne Quay, yang juga dikenal sebagai pemilik klub Barnsley F.C. Langkah ini menjadi yang pertama kalinya sebuah federasi olahraga global membentuk label fashion independen, melampaui langkah klub-klub seperti PSG atau AC Milan yang lebih dulu menggandeng merek high fashion.
Yang menarik, koleksi FIFA 1904 dirancang oleh Marcus Clayton, mantan direktur desain Fenty—label mode milik Rihanna. Dengan basis operasional di New York dan Los Angeles, FIFA 1904 sengaja menjauh dari kantor pusat FIFA di Zurich yang dianggap kurang relevan dengan pasar muda urban.
Harga Fantastis: Topi Rp 880 Ribu, Mantel Rp 15 Juta Lebih
FIFA 1904 siap meluncurkan koleksi perdananya dalam ajang Paris Menswear Fashion Week bulan ini. Setelah itu, label ini akan membuka toko flagship di SoHo, New York, serta menggandeng 10 mitra distribusi global. Harga produknya pun masuk kelas atas:
Topi: US$ 55 (sekitar Rp 880 ribu)
Mantel kasmir: US$ 995 (sekitar Rp 15,9 juta)
Kritik Pedas: Gaya Elit FIFA Dianggap Jauh dari Akar Sepak Bola
Tak semua pihak menyambut baik langkah FIFA ini. David Goldblatt, penulis buku The Ball Is Round: A Global History of Football, mempertanyakan relevansi mode mewah dengan nilai-nilai dasar sepak bola.
“Sepak bola adalah olahraga rakyat. Ketika FIFA mengemasnya sebagai simbol kemewahan, itu terasa jauh dari semangat inklusif dan kesederhanaan yang jadi daya tarik utamanya,” ujarnya.
Goldblatt juga mengingatkan bahwa FIFA lebih dikenal publik karena skandal korupsi, seperti yang meledak pada 2015, dibanding sebagai ikon gaya hidup elit.







