KALIMANTANLIVE.COM – Gennaro Gattuso resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Tim Nasional Italia dan langsung mengusung misi besar: membawa Gli Azzurri kembali ke pentas Piala Dunia dan membangkitkan semangat juang tim seperti era kejayaan Marcello Lippi.
Dalam konferensi pers perdananya yang digelar di Roma pada Kamis (19/6/2025), pelatih berusia 47 tahun itu tampil elegan dengan setelan jas dan kemeja hitam. Dihadapan puluhan awak media, Gattuso mengungkapkan tekad kuat untuk membawa perubahan nyata bagi sepak bola Italia.
# Baca Juga :Drama Penutup Liga Italia: Juventus Jegal Roma ke Liga Champions, Tendang Tim Jay Idzes ke Serie B!
# Baca Juga :Jay Idzes Tampil Ganas! Masuk Daftar “Tukang Jagal” Liga Italia 2024/2025
# Baca Juga :Hasil & Klasemen Lengkap Pekan ke-29 Liga Italia: Inter Menang, Juventus dan Lazio Terpuruk
# Baca Juga :Hasil Pertandingan Cagliari vs Juventus 0-1: Gol Dusan Vlahovic Bawa Kemenangan Bianconeri di Liga Italia 2024-2025
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya sadar tugas ini sangat berat, tapi saya tidak pernah lari dari tantangan. Kami—saya dan seluruh staf—tahu bahwa masih banyak yang harus dikerjakan, tapi saya percaya kami bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Gattuso, dikutip dari Football Italia.
Target Utama: Lolos ke Piala Dunia
Italia terakhir kali tampil di Piala Dunia pada tahun 2014. Kini, Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan harus berjuang keras setelah hanya mengoleksi tiga poin dari dua laga awal kualifikasi. Gattuso menegaskan bahwa target utamanya adalah memastikan Italia kembali tampil di turnamen terbesar sejagat itu.
“Target kami adalah lolos ke Piala Dunia. Ini sangat penting, tidak hanya untuk kami tetapi juga untuk masa depan sepak bola Italia. Kami harus menemukan kembali antusiasme dan berhenti berpikir negatif. Setiap pemain yang datang ke Coverciano harus membawa semangat,” tegasnya.
Bangun Kekeluargaan dan Semangat Kolektif
Lebih dari sekadar taktik dan teknik, Gattuso ingin mengembalikan atmosfer kekeluargaan yang sempat hilang dari ruang ganti tim nasional.
“Saya ingin menciptakan kembali rasa memiliki di antara para pemain. Di masa saya bermain, atmosfer kebersamaan sangat kuat dan itu yang membuat kami bisa juara. Saya ingin para pemain datang ke Coverciano dengan senyum dan semangat, bukan tekanan,” kata mantan gelandang AC Milan itu.







