“Pada titik kumpul pertama, para peserta akan menyerahkan sampah non-organik yang berhasil dikumpulkan, dan sampah tersebut akan ditimbang,” tambah Novi.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, khususnya Pemkab Balangan. Ia berharap kegiatan Basaruan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu menggerakkan generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan melalui kegiatan petualangan yang mereka minati.
BACA JUGA: KJB dan ERT Balangan Coal-SIS SERA Bekali Peserta BASARUAN Jilid 3 dengan Pelatihan Water Rescue
Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati Balangan yang dibacakan oleh perwakilan BPBD Balangan, Hanny Rahpani, disampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Data dari 2015 hingga 2024 menunjukkan bahwa pencemaran sungai paling besar disebabkan oleh limbah rumah tangga. Maka, upaya seperti Basaruan ini sangat penting,” ujar Hanny selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Balangan.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Balangan telah menertibkan jamban-jamban di sepanjang aliran sungai sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan lingkungan.
“Sungai bisa diibaratkan sebagai ibu yang menjadi sumber kehidupan. Jangan sampai fungsinya rusak atau tercemar. Mari kita jaga sungai kita bersama-sama,” tutup Hanny.
(Kalimantanlive.com/Kamil)









