Polri Gandeng FBI Bongkar Ancaman Bom di Pesawat Saudia Airlines, Email Misterius Masih Diselidiki

KALIMANTANLIVE.COM – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus mendalami kasus ancaman bom terhadap pesawat Saudia Airlines SV-5726 rute Jeddah–Jakarta yang sempat mendarat darurat di Bandara Kualanamu. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pihaknya kini berkoordinasi dengan Biro Investigasi Federal (FBI) dalam menelusuri asal-usul email ancaman tersebut.

“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan FBI untuk meneliti email yang ada,” ujar Kapolri kepada wartawan di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6/2025).

# Baca Juga :Hasil Investigasi Kasus HP Hilang di Penerbangan Garuda ke Melbourne: Awak Pesawat Belum Terbukti Terlibat

# Baca Juga :Harga Emas Hari Ini Melejit! Naik Rp 6.000, Tembus Rp 1,94 Juta per Gram

# Baca Juga :Dramatis! Bayern Muenchen Tumbangkan Boca Juniors 2-1 dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025

# Baca Juga :Duka di Udara: 2 Jemaah Haji Bangkalan Wafat di Pesawat, Salah Satunya Meninggal karena Syok Lihat Temannya

Email Pengancam Tak Sesuai Identitas, Asal Usul Masih Misterius

Sigit menjelaskan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara nama pengirim dan alamat email yang digunakan dalam surat elektronik ancaman tersebut.

“Email yang dikirim tidak sesuai dengan nama yang dimaksud, jadi kami masih mendalami lebih lanjut. Alamat emailnya juga tidak cocok dengan si pemilik akun,” jelasnya.

Karena itu, Polri belum dapat menyimpulkan apakah ancaman tersebut berasal dari dalam negeri atau luar negeri. Proses penyelidikan masih terus berjalan dengan melibatkan pemerintah Arab Saudi dan pihak berwenang internasional.
Polri: Pesawat dan Barang Penumpang Dipastikan Bebas Bahan Peledak

Meskipun sempat dihebohkan oleh ancaman bom, hasil pemeriksaan menyeluruh oleh tim gabungan memastikan bahwa tidak ditemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak di dalam pesawat maupun barang bawaan penumpang.

“Sampai proses skrining selesai, tidak ditemukan benda-benda yang mengarah pada bom atau menyerupai bahan peledak,” tegas Kapolri.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap pesawat dan 442 penumpang oleh tim kepolisian, termasuk barang kargo dan kabin.

Kronologi Ancaman Bom Saudia Airlines

Pesawat Saudia Airlines SV-5726 yang tengah membawa jemaah haji dari Jeddah ke Jakarta mendapat ancaman bom via email yang dikirim ke Kementerian Perhubungan RI.

Sebagai langkah pengamanan, pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Setelah investigasi dan pemeriksaan lengkap, pesawat dinyatakan aman dan steril lalu melanjutkan perjalanan ke Jakarta.