Ia juga menyampaikan bahwa keputusan akhir untuk menyerang fasilitas nuklir Iran diambil langsung oleh Presiden Donald Trump, hanya beberapa menit sebelum operasi dimulai.
“Presiden Trump memberikan lampu hijau pada detik-detik terakhir. Meski masih bisa membatalkan, beliau memilih untuk melanjutkan,” jelas Vance.
Sumber: Fajar Harapan







