KALIMANTANLIVE.COM – Dunia kembali bergetar setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan langsung ke fasilitas nuklir Iran pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025. Serangan ini dilakukan tak lama setelah Israel menggempur instalasi nuklir Iran pada 13 Juni 2025, menandai eskalasi besar dalam konflik memanas antara Israel dan Iran—yang kini melibatkan langsung kekuatan utama dunia, Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump menyebut langkah militernya sebagai bentuk peringatan keras terhadap Iran yang dinilainya sebagai “pengganggu utama” di kawasan Timur Tengah.
# Baca Juga :Geger! Kapal Induk AS Matikan Radar di Perairan Indonesia, Diam-Diam Menuju Iran?
# Baca Juga :Perang Iran vs Israel Terancam Picu Kenaikan Biaya Logistik Global! Selat Hormuz Jadi Titik Krisis Energi Dunia
# Baca Juga :Peringatan Hari Lansia ke-29 di Tabalong Dirangkai Beragam Perlombaan
# Baca Juga :Iran Ancam Balas Intervensi AS: “Perang Besar Bisa Terjadi”
“Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah sepenuhnya dihancurkan. Iran, pengganggu Timur Tengah, sekarang harus berdamai,” tegas Trump dalam pidatonya.
Langkah ini menuai gelombang reaksi dari berbagai pemimpin dunia, mulai dari sekutu hingga rival geopolitik AS. Berikut tanggapan sejumlah negara dan tokoh internasional sebagaimana dilansir dari AFP:
REAKSI INTERNASIONAL ATAS SERANGAN AS KE IRAN
Iran: Ini Akan Punya Konsekuensi Kekal
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
“Peristiwa pagi ini keterlaluan dan akan memiliki konsekuensi yang kekal,” tegasnya.
Araghchi juga menyebut AS dan Israel telah melintasi “garis merah besar” dan segera berangkat ke Moskow untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
Israel: Trump Ubah Arah Sejarah
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memuji langkah AS dan menyebutnya sebagai keputusan yang “berani dan akan mengubah sejarah Timur Tengah.”
“Fasilitas nuklir Iran kini tak lagi menjadi ancaman. Terima kasih kepada Amerika.”
Uni Eropa: Serukan De-Eskalasi
Diplomat tertinggi UE, Kaja Kallas, menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut.
“Saatnya kembali ke meja perundingan. Situasi ini akan dibahas dalam rapat menteri luar negeri UE hari Senin.”
Rusia: Tindakan Tak Bertanggung Jawab
Rusia mengecam keras serangan tersebut dan menuding AS sebagai pemicu ketegangan global.
“Eskalasi berbahaya telah dimulai dan mengancam keamanan kawasan dan dunia,” ujar Kementerian Luar Negeri Rusia.
PBB: Solusi Hanya Lewat Diplomasi
Sekjen PBB, Antonio Guterres, memperingatkan bahwa konflik ini tak bisa diselesaikan lewat kekerasan.
“Tidak ada solusi militer. Diplomasi adalah satu-satunya jalan keluar.”
Inggris: Stabilitas Kawasan Prioritas
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengimbau Iran untuk kembali ke jalur diplomasi.
“Iran tidak boleh dibiarkan mengembangkan senjata nuklir. Stabilitas adalah prioritas kami.”







