Laporan dari Gizmochina menegaskan bahwa tren pasar saat ini cenderung realistis: pengguna lebih memilih smartphone dengan baterai tahan lama, performa multitasking tinggi, dan pengelolaan suhu yang efisien—terutama untuk kebutuhan gaming—ketimbang sekadar tampilan fisik yang ramping.
Fenomena ini mengingatkan pada tantangan yang dihadapi Apple dengan Vision Pro: teknologi canggih belum tentu menjamin adopsi pasar, jika tidak dibarengi dengan fungsionalitas praktis dan harga yang kompetitif.
BACA JUGA: Realme C75 vs OPPO A60, Mana HP Rp 2 Jutaan Terbaik di 2025? Simak Perbandingannya
Sementara itu, Samsung mulai mengalihkan fokus ke pasar perangkat lipat. Target produksi untuk Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7 ditingkatkan dari 400.000 menjadi 600.000 unit khusus untuk pasar Amerika Serikat pada Juni. Dari jumlah tersebut, Z Fold 7 diperkirakan menyumbang hingga 440.000 unit penjualan.
Nasib Galaxy S25 Edge kini masih belum pasti. Samsung perlu memutuskan apakah desain ultra-tipis masih layak dipertahankan atau justru perlu ditinggalkan demi menjawab kebutuhan nyata konsumen di era perangkat mobile yang menuntut lebih dari sekadar estetika.
Sumber: Fajarharapan.id







