Pengintegrasian aspek teknologi dan lingkungan ini juga selaras dengan arah pengembangan kurikulum yang menekankan pembelajaran kontekstual dan penguatan karakter.
Guru dan orang tua mendapatkan media yang dapat menjembatani dua dunia: dunia digital yang menjadi masa depan anak-anak, dan dunia ekologis yang perlu mereka jaga.
Dengan demikian, worksheet coding berbasis lahan basah tidak hanya memperkenalkan anak pada literasi digital, tetapi juga membangun fondasi karakter yang kuat sejak usia dini.
Inovasi ini menunjukkan bahwa pendidikan masa kini tidak harus memisahkan teknologi dari kearifan lokal. Justru ketika keduanya dipadukan, pengalaman belajar anak menjadi lebih kaya, relevan, dan berdaya guna.
Harapannya, pendekatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah, komunitas, dan pemerintah daerah untuk terus melahirkan strategi pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada masa depan peserta didik khusus di tingkat TK. (*)










