Worksheet Coding Berbasis Lahan Basah Kembangkan Karakter Religius Anak Usia Dini di TK Banjarmasin 

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Di era ketika literasi digital menjadi kebutuhan dasar, para pendidik mulai mencari cara agar anak usia dini dapat mengenal teknologi tanpa kehilangan kedekatan dengan lingkungan tempat mereka tumbuh.

Salah satu inovasi yang lahir dari kebutuhan ini adalah worksheet coding berbasis lahan basah, sebuah perangkat pembelajaran yang memadukan dasar-dasar berpikir komputasional dengan kekayaan ekosistem lahan basah yang menjadi ciri khas banyak wilayah di Indonesia.

Inovasi ini digagas oleh Dr Faqihatuddiniyah. S.Pd., M.Pd, Firdha Hayati, M.Pd., dan Dessy Dwitalia Sari, M.Pd yang merupakan Dosen PG PAUD/PGSD, Fakultas FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Pendekatan ini berangkat dari temuan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak belajar lebih efektif ketika materi disajikan melalui konteks yang akrab dan visual yang menarik.

Melalui lembar kerja yang menghadirkan tokoh-tokoh dan situasi khas lahan basah, anak usia dini diperkenalkan pada konsep urutan, pola dan pemecahan masalah, inti dari pembelajaran coding dengan cara yang alami dan menyenangkan.

Inovasi pembelajaran peserta didik usia dini yang memanfaatkan teknologi digital (Foto: Istimewa)

Aktivitas ini dirancang tidak hanya untuk menguatkan kemampuan kognitif, tetapi juga untuk melatih disiplin berpikir, ketelitian, dan kemampuan mengambil keputusan.

Dari perspektif pendidikan karakter, worksheet berbasis lahan basah ini menawarkan nilai tambah yang signifikan. Saat anak belajar menyusun langkah-langkah “kode” untuk menuntun hewan-hewan lahan basah mencari jalur yang aman, mereka secara tidak langsung diperkenalkan pada pentingnya tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Nilai-nilai karakter ini disampaikan bukan melalui instruksi langsung, tetapi melalui pengalaman belajar yang bersifat eksploratif dan penuh makna.