KALIMANTANLIVE.COM – Konflik geopolitik kembali mengguncang pasar keuangan global. Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan ke tiga fasilitas nuklir utama Iran, respons pasar langsung terasa: harga minyak melonjak, saham melemah, dan bitcoin pun sempat tertekan.
Situasi yang belum dikonfirmasi sepenuhnya melalui analisis satelit atau laporan independen itu telah cukup memicu gejolak besar di pasar kripto dan saham global. Harga bitcoin sempat turun ke bawah USD 100.000 (sekitar Rp 1,65 miliar), sebelum kembali menguat ke kisaran USD 100.500–101.400 (Rp 1,66–1,67 miliar) pada Selasa pagi, 24 Juni 2025.
# Baca Juga :PSG Libas Seattle 2-0, Juara Grup B dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025
# Baca Juga :Iran Tutup Selat Hormuz! Pertamina Ubah Jalur Kapal Minyak Demi Amankan Energi Nasional
# Baca Juga :Lokasi Pemusnahan 2 Ton Sabu di Batam Meledak dan Terbakar Hebat! Warga Panik, Ledakan Terdengar Berkali-Kali
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Kalimantan Selatan Hari Ini, Selasa 24 Juni 2025: Waspadai Hujan di Beberapa Wilayah
Kripto, Saham, dan Minyak Sama-sama Guncang
Ketegangan geopolitik langsung berdampak pada berbagai sektor:
Indeks saham AS seperti S&P 500 futures melemah
Saham sektor energi dan pertahanan seperti Chevron, Exxon Mobil, Lockheed Martin, dan Northrop Grumman mendapat perhatian besar dari investor
Harga minyak melonjak 4% dan bertahan tinggi di USD 76 per barel
Credit spread di pasar obligasi meluas, menandakan risiko meningkat
Tak hanya saham dan minyak, pasar kripto juga bergerak liar. Altcoin seperti ETH, XRP, dan SOL turut mengalami koreksi sebelum akhirnya perlahan pulih pada Selasa dini hari.
Analis Reku: Pasar Masih Wait and See
Menurut analis kripto dari Reku, Fahmi Almuttaqin, pasar sedang dalam fase defensif. Baik saham AS maupun aset digital saat ini sedang bersikap hati-hati.
“Pasar sedang wait and see. Apalagi dengan meningkatnya tensi konflik Iran-Israel dan potensi tarik-ulur antara AS dengan negara-negara mitra dagangnya,” ujar Fahmi dalam pernyataan tertulis, Senin (23/6/2025).
Fahmi menilai bahwa keterlibatan Iran, yang memiliki kedekatan dengan Rusia dan Korea Utara, berpotensi memicu eskalasi global, dan bisa kembali mendorong inflasi, yang sebelumnya mulai melandai.
Suku Bunga The Fed Jadi Kunci, BTC Tahan di Atas USD 100 Ribu
Meski sempat tertekan, kemampuan bitcoin untuk bertahan di atas USD 100 ribu dinilai sebagai sinyal kekuatan pasar yang mulai stabil. Jika tren ini bertahan dan The Fed menurunkan suku bunga pada kuartal IV 2025, pasar kripto berpotensi mengalami reli lanjutan.







