KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah pesta bertema “The Big Star” yang digelar di sebuah vila kawasan Puncak, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, berujung penggerebekan. Acara yang diduga kuat sebagai pertemuan komunitas sesama jenis itu dibubarkan aparat, dan sebanyak 75 orang diamankan, terdiri dari 74 laki-laki dan satu perempuan.
Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Minggu malam (22/6/2025) itu, polisi menyita sejumlah barang bukti mencurigakan.
# Baca Juga :Menang Tapi Tersingkir, Atletico Madrid Frustrasi Usai Kalah Selisih Gol: Simeone Tak Mau Salahkan Wasit
# Baca Juga :Iran Serang Pangkalan Militer AS di Qatar, Trump Sindir: Respons Lemah dan Sudah Kami Prediksi
# Baca Juga :Hasil Piala Dunia Antarklub 2025: PSG dan Botafogo Lolos, Atletico Madrid Tersingkir Tragis Meski Menang
# Baca Juga :Bitcoin Berfluktuasi Usai Serangan AS ke Iran, Pasar Kripto Tertekan: Ini Strategi Aman Buat Investor
“Barang bukti yang kami amankan di antaranya empat bungkus kondom baru yang belum terpakai dan satu buah pedang untuk pertunjukan tari,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, Senin (23/6/2025).
Acara tersebut diketahui dikemas dalam bentuk kontes menyanyi dan menari, dan dihadiri puluhan peserta yang mayoritas laki-laki. Teguh menambahkan, undangan acara itu disebarkan secara terbuka melalui media sosial.
“Kami masih mendalami peran masing-masing panitia. Pemeriksaan tambahan terhadap penyelenggara sedang dilakukan,” ujarnya.
Berawal dari Laporan Warga
Menurut Teguh, penggerebekan ini bermula dari laporan warga yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di sebuah vila di kawasan Puncak. Petugas dari Polres Bogor bersama Polsek Megamendung segera melakukan penyelidikan dan akhirnya mendatangi lokasi.
Setibanya di lokasi, polisi mendapati puluhan pria tengah berkumpul usai mengikuti acara bertajuk “The Big Star”.
“Informasi awal dari masyarakat menyebut ada aktivitas mencurigakan. Saat kami tiba di vila, benar ditemukan banyak laki-laki sedang berkumpul,” jelas Teguh.
Peserta dari Jabodetabek
Dari hasil pemeriksaan awal, para peserta pesta diketahui berasal dari sejumlah wilayah di Jabodetabek, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Usia peserta berkisar antara 21 hingga 50 tahun.
“Seluruhnya diamankan untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Teguh.










