Dispersip Kalsel Gelar Sertifikasi Pustakawan Angkatan Kedua, Dorong Profesionalisme Layanan Perpustakaan

Namun demikian, Adethia mengakui masih ada kendala dalam pelaksanaan sertifikasi, seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya tenaga pengajar bersertifikasi. Meski begitu, pihaknya berkomitmen mengadakan program sertifikasi penuh pada tahun 2026.

“Kami akan terus berupaya agar tahun depan sertifikasi bisa dibiayai sepenuhnya, tidak hanya bersifat subsidi. Untuk itu, peserta workshop hari ini diharapkan mulai mempersiapkan diri,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Teken Komitmen SPMB Transparan dan Bebas Titipan

Adethia optimistis, dengan semakin banyaknya pustakawan tersertifikasi, kualitas layanan perpustakaan di Kalsel akan meningkat tajam, seiring dengan naiknya tingkat literasi masyarakat di Banua.

Sumber: MC Kalsel