Iran Tutup Selat Hormuz! Pertamina Ubah Jalur Kapal Minyak Demi Amankan Energi Nasional

KALIMANTANLIVE.COM, JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah makin memanas! Iran resmi menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Sebagai respons cepat, Pertamina langsung mengubah rute pengiriman minyak mentah ke jalur aman melewati Oman dan India.

Langkah ini diambil untuk menjaga kelangsungan pasokan energi nasional Indonesia, yang sangat bergantung pada stabilitas kawasan tersebut.

# Baca Juga :Perang Iran vs Israel Terancam Picu Kenaikan Biaya Logistik Global! Selat Hormuz Jadi Titik Krisis Energi Dunia

# Baca Juga :Rusia Ancam AS: Jangan Nekat Bantu Militer Israel, Bisa Picu Perang Besar di Timur Tengah!

# Baca Juga :Iran Serang Israel Lagi! Rudal Hipersonik Fattah Tembus Langit Tel Aviv Hari Ini

# Baca Juga :Daftar Komandan dan Ilmuwan Nuklir Iran yang Tewas Dibombardir Israel: Petaka Berdarah sejak 13 Juni!

“Pertamina telah mengamankan kapal dan mengalihkan rute pelayaran ke jalur yang lebih aman demi memastikan rantai pasok tetap berjalan,” tegas VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, Senin (23/6/2025).

Selat Hormuz Resmi Ditutup, Dunia Energi Berguncang

Penutupan Selat Hormuz diumumkan oleh Parlemen Iran pada Minggu (22/6/2025). Mayor Jenderal Esmaeil Kowsari dari Komisi Keamanan Nasional menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bentuk tekanan terhadap negara-negara Barat.

Meski masih menunggu pengesahan final dari Dewan Keamanan Nasional Iran di bawah pimpinan Ayatollah Ali Khamenei, langkah ini sudah cukup membuat pasar global waspada.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur ekspor sekitar 25% minyak dunia. Penutupan selat ini bisa memicu krisis energi global dan mengganggu suplai ke banyak negara, termasuk Indonesia.

Pertamina: Rute Ubah, Pasokan Tetap Aman

Fadjar menegaskan bahwa seluruh kapal tanker Pertamina yang melintasi kawasan internasional dalam kondisi aman dan terus dipantau ketat oleh Pertamina International Shipping (PIS).

“Kami sudah menyiapkan rute alternatif sejak pekan lalu. Fokus utama kami adalah keamanan distribusi dan kontinuitas pasokan ke dalam negeri,” ujarnya.

Selain perubahan jalur, Pertamina juga telah mengaktifkan strategi diversifikasi sumber pasokan, agar tidak bergantung pada satu negara pengimpor minyak.

BBM dan Minyak Mentah Masih Terkendali

Kabar baiknya, stok BBM nasional dinyatakan masih dalam batas aman. Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menyebut bahwa distribusi dan stok BBM tetap stabil.

“Untuk stok BBM saat ini dalam kondisi aman,” katanya dikutip dari Antara.

Fadjar juga menambahkan bahwa stok minyak mentah yang tersimpan di dalam negeri masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam beberapa waktu ke depan.

Konflik Iran-Israel Meningkat, AS Ikut Menyerang

Situasi ini dipicu oleh eskalasi besar-besaran konflik di Timur Tengah. Pada 13 Juni 2025, Israel menyerang sejumlah fasilitas nuklir Iran, menewaskan pejabat penting di Teheran. Iran membalas dengan meluncurkan puluhan rudal ke Israel.

Ketegangan makin panas ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir utama Iran, termasuk di Fordo, Natanz, dan Isfahan. Penutupan Selat Hormuz disebut sebagai tindakan balasan strategis Iran terhadap blok Barat.