Konflik Iran-Israel Memuncak: Rudal Khyber dan Drone Hantam Target Strategis, Serangan Balasan Mengguncang Teheran

Kalimantanlive.com – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas. Untuk pertama kalinya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan rudal balistik Khyber (Qadr H) berkepala ledak ganda dalam serangan langsung ke wilayah Israel. Serangan ini disebut sebagai gelombang ke-21 dari Operasi Sadeq 3.

“Sebagai respons atas tindakan agresif rezim Zionis Safak, kami mengerahkan rudal berbahan bakar cair dan padat serta drone canggih secara serentak,” demikian pernyataan resmi IRGC yang dikutip oleh kantor berita IRNA.

BACA JUGA: Iran Serang Pangkalan Militer AS di Qatar, Trump Sindir: Respons Lemah dan Sudah Kami Prediksi

Rudal Khyber yang digunakan dalam operasi ini merupakan senjata baru yang dirancang dengan teknologi peningkat akurasi dan daya ledak lebih besar. IRGC menyebutkan bahwa target serangan meliputi lokasi-lokasi strategis di utara, selatan, dan pusat wilayah pendudukan Israel.

Laporan The Times of Israel menyebutkan bahwa salah satu rudal menghantam dekat fasilitas milik Perusahaan Listrik Israel (IEC), memicu gangguan pasokan listrik di beberapa kota. Pihak IEC mengonfirmasi adanya kerusakan dan menyatakan tim teknis sedang bekerja untuk memulihkan jaringan listrik secepat mungkin dengan dukungan dari aparat keamanan.

Sirene peringatan berbunyi selama 35 menit—periode terlama sejak konflik terbaru dimulai. Menurut Channel 13, Iran menembakkan delapan rudal dalam empat gelombang berturut-turut dalam waktu satu jam.