Program rehabilitasi mangrove ini melibatkan masyarakat pesisir secara aktif. Masyarakat dilibatkan mulai dari penyediaan bibit, penanaman, hingga pemeliharaan pasca tanam. Kerja sama dilakukan melalui mekanisme pengadaan dengan pihak ketiga yang menggandeng kelompok masyarakat lokal.
BACA JUGA: Peringatan Tahun Baru Islam 1447 H, Pemprov Kalsel Ajak Masyarakat Tingkatkan Iman dan Ketakwaan
“Masyarakat di sekitar kawasan yang direhabilitasi kita libatkan penuh. Mereka yang menyiapkan bibit, menanam, bahkan ikut menjaga setelah kegiatan selesai. Kita bentuk kelompok-kelompok yang sudah diberikan edukasi dan dibuatkan MoU untuk kerja sama pengawasan,” jelasnya.
Selain menjaga ekosistem, rehabilitasi mangrove berfungsi mendukung keberlanjutan kawasan budidaya perikanan. Idealnya, satu hektare kawasan budidaya didukung oleh tiga hektare kawasan mangrove. Beberapa kawasan yang direhabilitasi diarahkan menjadi ekowisata mangrove yang dikelola bersama oleh desa dan kelompok masyarakat.
Rusdi menegaskan, kegiatan penanaman telah selesai dilaksanakan sesuai dengan musim tanam mangrove, yakni antara Maret hingga akhir Mei. Penanaman di luar musim tersebut berisiko karena kondisi cuaca dan daya tumbuh bibit yang lebih rendah.
Sumber: MC Kalsel







