“Apa yang kami lakukan ini menandakan pemerintah hadir saat masyarakat terdapat musibah,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu korban, H Zaini menjelaskan, saat itu dirinya sepulang datang dari majelis sekitar pukul 23.00 Wita untuk istirahat di rumah bersama isterinya.
Saat tertidur, korban mendengar ada masyarakat yang meneriakkan ada api. Sontak korban bersama isterinya pun keluar rumah dan sempat menyelamatkan sejumlah barang berharga.
“Sebagian barang berharga seperti pakaian dan dua buah sepeda motor,” jelasnya.
Ia juga bersyukur mendapatkan bantuan dari Pemkab Tabalong berupa sembako dan peralatan masak serta peralatan lainnya.
“Kalau orang membantu kami terima dan kami bersyukur ada yang membantu,” ujarnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat










