Plt Direktur Utama Perhutani, Natalas Anis Harjanto, mengatakan bahwa pihaknya aktif mendukung pengembangan kopi dengan menggandeng masyarakat desa hutan serta PTPN.
“Kami mengelola 43 ribu hektare lahan kopi dengan pendekatan agroforestry, yang berorientasi pada produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui program PMO ini, petani mendapatkan pelatihan dari para ahli, mulai dari proses budidaya hingga strategi peningkatan nilai tambah produk.
Dalam kegiatan tersebut, Wapres juga turut memanen kopi dan berdialog langsung dengan para petani. Ia menyerahkan bantuan berupa sembako dan hewan ternak sebagai wujud kehadiran nyata pemerintah.
Panen raya ini diharapkan menjadi titik tolak bagi petani skala kecil—yang menyumbang 92% dari total produksi kopi nasional—untuk meningkatkan produksi, memperluas jaringan pasar, dan menembus pasar ekspor.










