Saksi yang melihat api yang semakin membesar dengan peralatan seadanya mencoba memadamkan api sambil menunggu bantuan dari petugas Damkar.
Api cepat membesar karena bangunan sebagian besar terbuat dari kayu dan pada saat kejadian ada angin agak kencang.
Joko menambahkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.50 wita oleh relawan UPBS wilayah tengah, BPBD Tabalong dan dibantu warga setempat.
“Diduga sumber api berasal dari konsleiting atau arus pendek listrik, tidak ada korban jiwa dan luka namun kerugian materi mencapai sekitar Rp2 miliar,” tambahnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







