Nguyen Xuan Son Janji Balas Dendam! Vietnam Bidik Kemenangan atas Malaysia di 2026

KALIMANTANLIVE.COM – Nguyen Xuan Son, penyerang naturalisasi andalan Timnas Vietnam, menyatakan tekad kuat untuk membalas kekalahan menyakitkan dari Malaysia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2027. Laga pembalasan dijadwalkan pada 31 Maret 2026, dan pemain Nam Dinh FC itu sudah membidik momen tersebut sejak jauh hari.

Vietnam sebelumnya harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Malaysia pada laga kualifikasi bulan Juni 2025 lalu, hasil yang sangat mengejutkan publik sepak bola Asia Tenggara. Padahal, The Golden Star Warriors turun dengan skuad terbaik mereka dan diunggulkan untuk lolos dari Grup F yang dihuni Laos, Nepal, dan Malaysia.

# Baca Juga :Gol Cepat Mathew Baker! Garuda Asia Sukses Hancurkan Kuwait 1-0 di Kualifikasi Piala Asia U17

# Baca Juga :Garuda Mengamuk! Timnas U-20 Indonesia Bungkam Timor Leste 3-1 di Kualifikasi Piala Asia 2025

# Baca Juga :Jadwal Timnas U-20 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia Usai Libas Maladewa, Garuda Vs Timor Leste!

# Baca Juga :Garuda Nusantara Pesta Gol, Taklukan Maladewa 4-0 di Kualifikasi Piala Asia U20 2025

Cedera Horor, Xuan Son Absen di Laga Kontra Malaysia

Sayangnya, Nguyen Xuan Son tidak tampil dalam kekalahan tersebut karena masih menjalani pemulihan akibat cedera patah kaki horor yang ia derita saat membela Vietnam di final Piala AFF awal tahun 2025.

Meski tidak berada di lapangan, Xuan Son tetap menunjukkan semangat juangnya. Ia mengunggah sebuah kode waktu yang menarik perhatian publik Vietnam: “31 Maret 2026”, tanggal yang diyakini menjadi laga balas dendam kontra Malaysia.

“Saya mengunggah itu di Instagram karena saya ingin kembali. Kemudian, membalas dendam pada Malaysia,” tegas Xuan Son kepada VNExpress.

Motivasi Tinggi dan Statistik Mengerikan

Meski baru memiliki lima caps bersama Timnas Vietnam, Xuan Son telah mencatatkan 7 gol dan 2 assist, menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam sejarah singkatnya bersama tim nasional.

Pemain kelahiran luar negeri itu dikenal memiliki insting gol tajam dan kekuatan fisik yang mampu mengacak-acak pertahanan lawan. Ia pun mengakui bahwa dirinya sangat terpukul melihat timnya kalah tanpa bisa ikut bertempur.

“Menang dan kalah adalah bagian dari permainan. Namun seperti orang lain, saya juga merasa menyesal dan sedih ketika memikirkan pertandingan itu,” ujarnya.