Bahkan dengan hanya 8 dari total 16 baling-baling aktif, kendaraan masih bisa terbang dengan aman.
“Kami adalah perusahaan pertama di dunia yang mendapat sertifikasi dari Civil Aviation China untuk mengangkut penumpang dengan kendaraan otonom,” ujar Conor.
Langkah Besar Menuju Masa Depan Transportasi Indonesia
Uji terbang ini menjadi tonggak awal transformasi transportasi udara di Tanah Air. Dengan dukungan teknologi, regulasi, dan antusiasme publik, EHang 216-S berpotensi menjadi solusi atas kemacetan kota besar dan menjadi moda andalan di destinasi strategis seperti Bali hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







