KALIMANTANLIVE.COM – Mimpi menggelar pesta pernikahan mewah di jantung Kota Venesia berubah menjadi mimpi buruk bagi miliarder Amazon, Jeff Bezos, dan tunangannya, Lauren Sanchez. Rencana menggelar pernikahan di bangunan bersejarah Scuola Grande della Misericordia terpaksa dibatalkan setelah mendapat penolakan keras dari warga lokal.
Pernikahan yang dijadwalkan pada Sabtu, 28 Juni 2025, akhirnya dipindahkan ke kawasan Arsenale, sebuah area yang lebih jauh dari pusat kota, untuk menghindari ketegangan sosial dan aksi protes.
# Baca Juga :Pernikahan Termegah Abad Ini!” Ahmad Dhani Puas Wujudkan Mimpi Al Ghazali dengan Pesta Ala Kerajaan Jawa
# Baca Juga :Cinta Sejati Luna Maya dan Maxime Bouttier: Pernikahan Megah di Bali Hari Ini!
# Baca Juga :RM BTS Dikabarkan Menikah dengan Kalangan Non Selebriti, Ini Bantahan Agensi
# Baca Juga :Jokowi-Prabowo Jadi Saksi Pernikahan Aurel-Atta Halilintar, Krisdayanti bak Putri Keraton Solo
Acara pernikahan tersebut berlangsung selama tiga hari penuh dengan tamu sekitar 200 orang, termasuk selebritas kelas dunia seperti Kim Kardashian, Leonardo DiCaprio, Mick Jagger, hingga anggota keluarga mantan Presiden AS Donald Trump.
Warga Beraksi, Bezos Kalah Kuat!
Pesta mewah ini mendapat penolakan dari berbagai kalangan, termasuk kelompok aktivis “No Space for Bezos”, yang memprotes dominasi kaum kaya di ruang-ruang publik kota tua itu.
“Kami berhasil mengusir Bezos!” seru Tommaso Cacciari, tokoh aktivis dari No Space for Bezos kepada BBC.
“Kami hanyalah warga biasa tanpa uang, tanpa kekuasaan. Tapi kami mampu mendorong keluar salah satu orang paling berkuasa dari kota kami,” tegasnya.
Protes warga mencakup pemasangan spanduk, gambar wajah Bezos raksasa di Lapangan Santo Markus, hingga slogan menyentil seperti:
“Kalau kamu bisa sewa Venesia untuk nikah, kamu juga bisa bayar pajak lebih banyak!”
Kritik Tajam Terhadap Gaya Hidup Mewah Miliarder
Menurut Simona Abbate dari Greenpeace, protes yang dilayangkan bukan sekadar menentang pernikahan Bezos, melainkan gaya hidup mewah yang tidak berkelanjutan.
“Ini bukan tentang dua orang menikah. Ini tentang simbolisme pesta mereka,” ujarnya.
“Ketika segelintir orang berpesta berlebihan, jutaan lainnya harus menanggung dampak krisis iklim yang tidak mereka sebabkan,” tambahnya.
Kelompok lain seperti “Everyone Hates Elon” juga turut bersuara menolak pariwisata massal dan dominasi orang super kaya atas kota-kota bersejarah.
Pemerintah Venesia: “Demonstran Bukan Pemilik Kota!”
Tak tinggal diam, Simone Venturini, anggota dewan kota Venesia bidang pembangunan ekonomi, mengkritik keras para demonstran.
“Mereka bertingkah seolah-olah pemilik kota, padahal tidak,” katanya.
Ia menekankan bahwa pesta Bezos digelar di properti pribadi, bukan ruang publik, dan bahkan memberi dampak ekonomi positif bagi Venesia.
Namun demikian, masalah overtourism memang menjadi isu akut di kota kanal ini. Warga lokal semakin tersisih karena lonjakan wisatawan, meskipun pemerintah telah memberlakukan pajak masuk 5 euro per hari untuk turis harian. Sayangnya, kebijakan ini dianggap belum cukup efektif oleh para aktivis.









