Indonesia Dorong Regulasi AI Berbasis Etika dan Inklusi di Forum UNESCO

Kalimantanlive.com – Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang berlandaskan etika dan inklusi global. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam Ministerial Session UNESCO, Kamis (26/6/2025), yang dihadiri pejabat tinggi dari berbagai negara.

Nezar menyatakan bahwa Indonesia tak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga aktif terlibat dalam pembentukan kebijakan global yang adil dan etis di sektor AI.

BACA JUGA: 5 HP RAM 8GB Harga Rp1 Jutaan Terbaik 2025, Murah tapi Gahar!

“Prinsip etika dan inklusivitas dalam UNESCO Recommendation on the Ethics of AI 2021 telah kami adopsi ke dalam kebijakan nasional, termasuk dalam penyusunan regulasi AI yang kini memasuki tahap akhir,” ujarnya.

Langkah Strategis Indonesia dalam Tata Kelola AI

Dalam forum tersebut, Nezar juga memaparkan beberapa inisiatif nasional, di antaranya:

  • Roadmap AI Berbasis Etika yang sedang difinalisasi secara inklusif bersama berbagai pemangku kepentingan.
  • AI Readiness Assessment (AI-RAM) untuk memetakan kesiapan sektor publik dan swasta.
  • Surat Edaran Etika AI dari Menteri sebagai panduan sementara pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.
  • Penguatan kerangka hukum melalui UU PDP dan UU ITE untuk memastikan keamanan dan perlindungan data dalam penggunaan AI.