Menangis, Anggota SAR Agam Rinjani Minta Maaf Gagal Selamatkan Juliana di Jurang Rinjani

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Tangis haru dan penyesalan terdengar dari seorang anggota tim SAR gabungan, Abdul Haris Agam, saat menyampaikan permintaan maaf karena gagal menyelamatkan pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang jatuh ke jurang Gunung Rinjani. Momen emosional ini terekam dalam video yang kini viral di media sosial.

Agam, yang dikenal sebagai Agam Rinjani, terlibat langsung dalam proses evakuasi jasad Juliana dari jurang curam sedalam 600 meter. Dalam video yang diunggah akun X (dulu Twitter) @aingrewhuy, Agam tampak berbicara dengan seorang perempuan yang diduga merupakan kerabat Juliana, melalui siaran langsung Instagram.

# Baca Juga :Ife, Pendaki yang Viral Minta Tolong Akhirnya Meninggal, Jadi Korban Gunung Marapi Ke-24

# Baca Juga :11 Pendaki Ditemukan Tewas Usai Gunung Marapi Erupsi, Basarnas: Ada 75 Pendaki Terjebak

# Baca Juga :Sakit, Perempuan Pendaki Asal Banjarmasin Dievakuasi Tim SAR Gabungan di Gunung Halau-Halau HST

# Baca Juga :Kisah Khairiani, Sosok Perempuan Pendaki Asal Banjarmasin, Sesuaikan Waktu Kerja dan Hobi

“Saya minta maaf karena tidak bisa membawa Juliana pulang dalam keadaan selamat. Medannya terlalu berat, terlalu jauh ke bawah,” ujar Agam dengan suara bergetar, menahan tangis.

Duka Mendalam di Balik Evakuasi

Dalam interaksi tersebut, Agam juga mengungkapkan bahwa insiden pendaki terjatuh bukan kali pertama terjadi di Gunung Rinjani. Medan yang terjal dan ekstrem menjadi tantangan besar dalam setiap proses penyelamatan.

Perempuan yang diduga keluarga Juliana tampak tak kuasa menahan air mata. Meski menggunakan bahasa Brasil, ia mengucapkan terima kasih kepada Agam dan seluruh tim SAR yang telah berjuang maksimal untuk mengevakuasi orang tercintanya.

Video ini langsung menyentuh hati ribuan warganet. Hingga Kamis sore, rekaman tersebut telah ditonton lebih dari 448 ribu kali dan diunggah ulang sebanyak 730 kali. Warganet ramai-ramai menyampaikan simpati sekaligus pujian kepada Agam atas dedikasi dan ketulusan hatinya.

Kronologi Lengkap Tragedi Juliana di Rinjani

Sabtu, 21 Juni 2025: Juliana Marins terjatuh ke jurang di area Cemara Tunggal, jalur pendakian ke puncak Rinjani via Sembalun.

Senin, 23 Juni 2025: Tim SAR mendeteksi keberadaannya di kedalaman sekitar 500 meter dari titik jatuh. Namun, proses evakuasi terkendala cuaca buruk dan kabut tebal.

Selasa, 24 Juni 2025: Juliana akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kedalaman 600 meter, tepat di bawah Lost Known Position (LKP).