Kremlin: Sanksi Uni Eropa ke Rusia Adalah Pedang Bermata Dua

MOSKOW, Kalimantanlive.com – Kremlin menegaskan bahwa paket sanksi ke-18 Uni Eropa tidak akan mengakhiri agresi militer Rusia terhadap Ukraina.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut sanksi tersebut sebagai “pedang bermata dua” yang juga dapat merugikan negara-negara Eropa sendiri.

BACA JUGA: Bongkar Jaringan Narkoba Internasional Asal China, Polisi Sita 10 Kg Sabu di Makassar!

“Hanya logika dan argumen yang masuk akal yang bisa membawa Rusia ke meja perundingan, bukan tekanan atau kekerasan,” ujar Peskov dalam wawancara dengan televisi pemerintah, Minggu (29/6/2025).

Peskov meyakini bahwa meski Slovakia menolak, paket sanksi itu kemungkinan besar tetap akan diadopsi oleh Uni Eropa. Namun, ia memperingatkan bahwa semakin keras tekanan yang diberikan, maka semakin kuat pula respons Rusia.

Rusia menilai sanksi tersebut ilegal dan mengklaim telah berhasil mengembangkan sistem untuk meminimalkan dampaknya, termasuk dengan menyesuaikan strategi ekonomi nasional sejak awal pemberlakuan sanksi empat tahun lalu.

Sanksi terbaru dari Uni Eropa difokuskan untuk menekan perekonomian Rusia, dengan harapan menghambat pendanaan militer Moskow.