Peran Ayah dalam KB Mulai Didorong, Pemkot Banjarmasin Gelar Orientasi Khusus Pria

Kegiatan orientasi ini merupakan bagian dari strategi Pemkot untuk menekan angka kelahiran yang tidak terencana, serta mengurangi risiko stunting dengan menyasar keluarga berisiko tinggi, terutama yang memiliki banyak anak.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, M. Helfiannoor, menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah terbentuk 10 kelompok KB Pria di beberapa kelurahan.

BACA JUGA: Anggota DPRD Saut Nathan Serap Aspirasi Warga Banjarmasin, Soroti PKH hingga Program Bedah Rumah

Kelompok ini berfungsi sebagai ujung tombak penyuluhan dan pendampingan dalam program KB untuk pria.

“Masih banyak pria yang enggan mengikuti program KB karena kurang informasi atau adanya stigma terhadap metode seperti vasektomi. Ini menjadi tantangan kami,” ujar Helfi.

Ia menambahkan bahwa pendekatan persuasif dan edukatif terus dilakukan, terutama kepada keluarga dengan anak banyak, agar para pria juga terdorong untuk mengambil peran aktif dalam mengatur jarak kelahiran dan jumlah anak.

Pemkot Banjarmasin berharap upaya ini dapat menekan angka 4T (Terlalu Banyak, Terlalu Dekat, Terlalu Tua, Terlalu Muda), sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.