BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Menutup bulan Juni 2025, inflasi di Kalimantan Selatan tercatat aman dan terkendali. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sulkan, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara virtual dari Command Center Setda Provinsi Kalsel, Senin (30/6/2025).
Rapat dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, dilanjutkan Sekjen Kemendagri Komjen Pol. Tomsi Tohir, serta dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPS Amalia, dan Deputi Badan Pangan Nasional.
Selain membahas pengendalian inflasi dan strategi menjaga pertumbuhan ekonomi, rapat juga mengevaluasi program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
Menteri Kesehatan menyebut, capaian nasional telah mencapai 11 juta jiwa, dengan target minimal 50 juta jiwa pada 2025. Namun, realisasi PKG di Kalsel baru mencapai 22,1 persen dan dinilai masih perlu dievaluasi.
Sulkan menyampaikan, inflasi tahunan (y-o-y) di Kalsel per akhir Juni tercatat 1,25 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 1,60 persen. Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kalsel juga relatif stabil di angka -0,05 persen.
IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Tapin (0,38 persen), serta Banjar (0,32 persen), sedangkan terendah di Balangan (-1,35 persen). Komoditas penyumbang inflasi antara lain bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit.
Dalam rapat juga dibahas evaluasi pembangunan 3 juta rumah per tahun, serta imbauan peningkatan sosialisasi SKB Tiga Menteri untuk mempercepat realisasi program.
Sumber: Adpim








