DUNIA GEGER! Ratusan Mayat Bertumpuk di Krematorium Meksiko, Diduga Sudah Mengendap Dua Tahun

CIUDAD JUAREZ, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah krematorium swasta di Ciudad Juarez, Meksiko, menjadi pusat sorotan dunia setelah ratusan mayat ditemukan bertumpuk dalam kondisi mengenaskan. Penemuan mengerikan ini memicu dugaan kuat adanya kelalaian ekstrem dan praktik curang oleh pengelola krematorium.

Menurut laporan, Selasa (1/7/2025), Direktur Komunikasi Kantor Kejaksaan Negara Bagian Chihuahua, Eloy Garcia, menyebut ada sedikitnya 381 mayat yang ditemukan tidak dikremasi dan ditumpuk secara tidak layak di berbagai ruangan krematorium tersebut.

# Baca Juga :WADUH! China Ramai-ramai Turunkan Harga Mobilnya di Indonesia! Ada Apa?

# Baca Juga :Tragis! Longboat Mahasiswa UGM Tenggelam Dihantam Ombak 2,5 Meter di Maluku Tenggara, 1 Tewas dan 1 Hilang

# Baca Juga :Kamera Terbaik di Dunia 2025: Oppo Find X8 Ultra Geser iPhone 16 Pro Max dan Huawei!

# Baca Juga :Juliana Tewas Tragis di Rinjani, Brasil Siap Seret Indonesia ke Jalur Hukum HAM Internasional!

“Secara awal, kami menemukan 381 mayat yang disimpan secara tidak teratur di krematorium itu, yang tidak dikremasi,” ungkap Garcia.

Mayat Dibalsem, Namun Tak Pernah Dikremasi

Garcia menambahkan bahwa seluruh jenazah yang ditemukan telah dibalsem, namun tidak diproses lebih lanjut sebagaimana seharusnya dalam prosedur kremasi. Bahkan, ia menyebut mayat-mayat itu “dilemparkan begitu saja”, bertumpuk tanpa identitas yang jelas, di atas lantai maupun di dalam ruangan.

Yang lebih mengejutkan, pihak kejaksaan menduga bahwa keluarga korban diberi abu palsu – bukan hasil kremasi dari jasad kerabat mereka, melainkan bahan material lain yang belum diungkap.

“Anda tidak dapat menerima lebih dari yang dapat Anda proses,” tegas Garcia, menyinggung kecerobohan manajemen kapasitas oleh pemilik usaha kremasi tersebut.

Diduga Sudah Disimpan Selama Dua Tahun

Otoritas menduga beberapa mayat telah disimpan di lokasi tersebut hingga dua tahun lamanya, tanpa pernah menjalani kremasi. Situasi ini disebut sebagai bentuk pengabaian dan ketidakbertanggungjawaban serius dari pihak pengelola.
Satu Pelaku Menyerahkan Diri, Motif Masih Diselidiki

Salah satu pengurus krematorium dilaporkan telah menyerahkan diri ke pihak kejaksaan, namun hingga kini aparat belum memastikan apakah kasus ini memiliki keterkaitan dengan jaringan kejahatan terorganisir atau murni kelalaian bisnis.
Meksiko Dilanda Krisis Forensik Berkepanjangan

Penemuan ini kembali menyorot krisis sistem forensik di Meksiko, yang selama bertahun-tahun kewalahan menangani jumlah jenazah akibat maraknya kekerasan kriminal dan terbatasnya sumber daya. Banyak fasilitas forensik dan krematorium tidak mampu menangani lonjakan jenazah dari konflik antar kartel maupun kasus pembunuhan.