Perang Makin Memanas! Trump Ancam Deportasi Elon Musk: “Mungkin Harus Pulang ke Afrika Selatan”

KALIMANTANLIVE.COM – Hubungan panas-dingin antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Elon Musk kembali memanas. Kali ini, Trump bahkan melontarkan ancaman deportasi terhadap bos Tesla dan SpaceX itu.

Ketegangan memuncak saat Trump ditanya wartawan pada Selasa (1/7/2025) apakah ia akan mendeportasi Elon Musk—yang diketahui lahir di Pretoria, Afrika Selatan, sebelum menjadi warga negara AS pada 2002.

# Baca Juga :Jadwal Panas Perempatfinal Piala Dunia Antarklub 2025: PSG vs Bayern & Real Madrid vs Dortmund!

# Baca Juga :DUNIA GEGER! Ratusan Mayat Bertumpuk di Krematorium Meksiko, Diduga Sudah Mengendap Dua Tahun

# Baca Juga :MAU KULIAH GRATIS S1 – S3! Ini Cara Daftar Beasiswa Unggulan 2025 yang Buka Juli Ini

# Baca Juga :WADUH! China Ramai-ramai Turunkan Harga Mobilnya di Indonesia! Ada Apa?

“Saya tidak tahu. Kita harus memeriksanya,” jawab Trump, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (2/7/2025).

Tak hanya itu, Trump juga menyebut akan melibatkan Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE)—lembaga yang ironisnya dulu digagas oleh Musk sendiri—untuk “menguliti” sang miliarder.

“Kita mungkin harus mengarahkan DOGE ke Elon. Tahukah Anda apa itu DOGE? DOGE adalah monster yang mungkin akan kembali untuk memangsa Elon. Bukankah itu mengerikan?” ujar Trump dengan nada sinis.

Ketegangan Dipicu RUU dan Subsidi Tesla

Hubungan Trump dan Musk mulai memburuk setelah Elon secara terbuka mengkritik rancangan undang-undang ‘One Big Beautiful Bill’ yang menurutnya bertentangan dengan prinsip-prinsip efisiensi DOGE serta bisa memperparah defisit negara.

Namun, sumber ketegangan yang lebih dalam diyakini adalah usulan penghapusan subsidi pajak untuk kendaraan listrik, yang selama ini sangat menguntungkan Tesla—perusahaan milik Musk.

Dalam beberapa pekan terakhir, keduanya saling balas sindiran di media sosial. Meski sempat mereda, konflik kembali membara sejak Senin (30/6/2025) ketika Musk mengancam akan melawan politisi yang mendukung RUU tersebut.

Trump lalu membalas lewat Truth Social, menyindir bahwa tanpa subsidi, Musk tak akan sanggup mempertahankan bisnisnya di AS.

“Elon mungkin menerima subsidi paling banyak dibandingkan manusia mana pun dalam sejarah. Tanpa subsidi, mungkin dia harus menutup usahanya dan pulang ke Afrika Selatan,” tulis Trump.