MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Bergantinya figur pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Barito Utara pasca Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi sekaligus Paslon Gogo Helo dan Agi Saja, ternyata membawa perubahan pula pada pilihan warga Barito Utara.
Terpantau beberapa sosok militan yang sebelumnya berada di pihak 01 Gogo Purman Jaya dan Hendro Nakalelo misalnya, kini diketahui berubah mendukung Paslon 02 H. Jimmy Carter dan Indriaty Karawaheni setelah 01 di isi Paslon Shalahuddin – Felix Sonadie.
Pada awal-awal kehadiran Paslon baru tersebut pun sudah tampak beberapa gejala pergeseran, baik yang benar-benar sudah beranjak pindah atau mulai pikir-pikir untuk bersama Paslon dengan figur teranyar ini.
BACA JUGA : Wulan Alora KDI Siap Goyang Tiara Batara di HUT Barito Utara 75, Suria Baya Dikunjungi Para Artis
Salah satu elit politik Barut yang telah menyatakan tidak dapat lagi bersama paslon baru 01 adalah Tokoh Dayak Barito Utara Suria Baya yang sebelumnya selalu tampil full body mendukung 01 tanpa dapat dipungkiri perannya di kubu tersebut.
Suria Baya sudah secara bulat dan terang benderang mendukung Paslon 02 dan sudah barang tentu turut mengetuk pintu hati masyarakat Barito Utara untuk mempercayai langkah yang diambilnya.
Kendati demikian, Suria Baya tidak berharap perpindahan dirinya ke Paslon 02 menyebabkan keretakan persaudaraan dan putusnya silaturahmi dengan kawan-kawan semasa perjuangannya dahulu.
“Pasangan calon telah berganti, maka wajar di saat itu standart dan kriteria harus di reset ke setelan awal kembali, sebab orangnya sudah tidak sama,” jelas Suria Baya dalam dialog santai bersama Kalimantan Live kemarin (1/7/2025).
Pemakaian kata seperti “berkhianat” sangatlah salah alamat bila diarahkan pada kasus calon baru yang sudah sangat berbeda riwayatnya, kata Suria Baya membuka pemahaman.
“Ini adalah buku baru atau dapat pula disebut sebagai lembaran baru. Tidak ada yang berkhianat dan tidak ada yang dikhianati. Apa yang dikhianati pada Paslon yang baru?” kata Suria Baya mencoba membuka akal pikiran lebih dalam lagi.
Karena itu Suria Baya mengajak semua pihak untuk memandangnya dengan sifat demokratis saja, enjoy saja menyikapi perbedaan, dan elite siapapun itu hendaknya dapat memberikan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakat dalam menyikapi pilihan dan hak politik seseorang, kata Suria Baya.
“Elit cerdas tidak akan mengajari pendukungnya berbicara mengedepankan emosional yang tidak argumentatif,” sebut tokoh yang bisa dipanggil SBY ini menambahkan.
Dirinya yang berlabuh kepada suatu figur lain pun tidaklah dilandasi pemikiran yang emosional apalagi irasional, justru logika akal sehat ditambah dengan hati nuraninya yang aktif bekerja, ucap Suria Baya.







