Ekonomi Kalsel Tumbuh 4,81% di Tengah Tekanan Global

Realisasi APBN dan Tantangan Penerimaan

Target pendapatan APBN di Kalsel tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp22,04 triliun. Hingga Mei 2025, pendapatan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp4,41 triliun (19,99%), meski secara tahunan mengalami kontraksi 42,65% dibanding periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Dorong Reforma Agraria Berkeadilan Lewat Rakor Gugus Tugas 

  • Penerimaan perpajakan mendominasi, dengan realisasi Rp3,18 triliun dari PPh Non-Migas (kontraksi 18,27%). Penurunan ini disebabkan oleh peralihan setoran PPh 21 ke Jakarta dan efisiensi anggaran.
  • PPN dan PPnBM mengalami kontraksi drastis sebesar 111,24% akibat peningkatan restitusi.
  • Penerimaan pajak lainnya justru meningkat tajam hingga 8.753,76% menjadi Rp355,76 miliar.

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp406,51 miliar, didominasi oleh Bea Keluar. Sementara penerimaan dari Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) tercatat sebesar Rp964,10 miliar.

PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) terealisasi sebesar Rp697,13 miliar, turun 12,57%. Pendapatan dari BLU tumbuh 5,12%, sementara PNBP lainnya menurun 17,68%. DJKN mencatat kontribusi Rp11,97 miliar dari pengelolaan aset dan lelang negara.

“Dengan penguatan sektor unggulan dan konsumsi domestik yang stabil, Kalsel menunjukkan daya saing dan adaptasi yang kuat di tengah tekanan global,” tutup Catur.

Sumber: MC Kalsel