BANJARBARU, Kalimantanlive.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah-langkah penanganan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2025.
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Karhutla yang digelar secara virtual, Penjabat Sekretaris Daerah Prov. Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan kesiapan daerah dalam menghadapi musim kemarau.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Kepala BNPB, Mayjen TNI Suharyanto, ini turut diikuti kementerian/lembaga, TNI/Polri, serta kepala daerah dari tujuh provinsi prioritas penanganan Karhutla, termasuk Kalimantan Selatan.
Dalam paparannya, Syarifuddin menyebut bahwa Kalsel telah melaksanakan sejumlah langkah strategis, antara lain:
- Apel siaga dan revisi regulasi (Perda No. 1 Tahun 2008)
- Pemetaan wilayah rawan Karhutla, terutama zona prioritas di sekitar Bandara Syamsudin Noor
- Penyiapan rencana kontingensi dan pembentukan posko siaga
- Patroli wilayah, pengecekan tinggi muka air, hingga pengisian kanal di tingkat tapak
- Penguatan kerja sama lintas sektor, termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan
- Usulan operasi modifikasi cuaca (OMC) dan penggunaan helikopter ke pemerintah pusat
Menanggapi laporan tersebut, Kepala BNPB menegaskan pentingnya percepatan penetapan status darurat oleh Gubernur Kalsel agar bantuan pusat, seperti sarpras dan teknologi modifikasi cuaca, dapat segera dikucurkan.







