“Segera tetapkan status darurat dan usulkan kebutuhan yang diperlukan. Itu penting untuk mempercepat penanganan Karhutla di daerah,” tegas Suharyanto.
Menanggapi hal itu, Syarifuddin menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menindaklanjuti arahan dari BNPB.
Sebagai informasi, sepanjang 1 Januari hingga 1 Juli 2025, tercatat 143 kejadian Karhutla di Indonesia. BMKG memprediksi musim kemarau di Kalsel akan berlangsung pada Juli–Agustus.
Rapat lanjutan terkait penanganan Karhutla dijadwalkan digelar pada pekan kedua Juli 2025 bersama Menko Polhukam, Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan.
Sumber: Adpim







