Investor China Kabur, Proyek Kereta Gantung Rinjani Senilai Rp2,2 Triliun Gagal Total!

KALIMANTANLIVE.COM – Rencana ambisius membangun kereta gantung menuju Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi kandas. Proyek wisata bernilai Rp2,2 triliun tersebut gagal terlaksana setelah investor asal China yang mendanainya secara tiba-tiba menghilang tanpa kejelasan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Wiranata, pada Jumat (4/7/2025).

# Baca Juga :Gunung Ile Lewotolok Meletus 296 Kali Sehari, Lava Melejit hingga 700 Meter!

# Baca Juga :Penampakan Wajah Abdul dan Ade, Biang Kerok Tewasnya 19 Orang di Gunung Kuda Cirebon

# Baca Juga :Pemkab Kotabaru Luncurkan Program Desa Digital, Mulai dari Desa Semayap dan Gunung Sari

# Baca Juga :Pasar Murah Disperindag Balangan Sasar Desa Gunung Pandau, Warga Sambut Antusias

“Kabar dari investor hilang, jadi batal,” ujar Lalu.

Investor yang dimaksud sebelumnya telah menandatangani kesepakatan kerja sama dan turut menghadiri seremoni peletakan batu pertama proyek pada tahun 2022. Target awalnya, proyek ini dijadwalkan rampung pada 2025. Namun, sejak saat itu tak ada perkembangan berarti, hingga akhirnya pihak Pemkab menyatakan proyek resmi dibatalkan.

“Tidak ada alasan yang diberikan. Mungkin karena persoalan internal perusahaan,” tambah Lalu.

Proyek Besar di Atas Lahan Lindung

Proyek kereta gantung Rinjani dirancang melintasi kawasan hutan lindung di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Dengan panjang jalur mencapai 10 kilometer di atas lahan seluas 500 hektare, kereta gantung ini dirancang membawa wisatawan hingga titik dua kilometer di bawah Pos Pelawangan Rinjani.

Proyek ini digadang-gadang menjadi destinasi wisata baru yang akan mendongkrak perekonomian lokal, khususnya di sektor pariwisata dan UMKM. Pemerintah daerah pun berharap proyek ini bisa menarik minat investor baru untuk melanjutkan pembangunan yang tertunda.

Harapan Besar yang Pupus Sementara

Menurut Lalu Wiranata, pembangunan kereta gantung akan memberikan banyak manfaat, di antaranya:

Meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik ke Lombok Tengah.

Memperkuat pengembangan sektor pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.