Ia menambahkan bahwa program vaksinasi ini merupakan langkah antisipatif terhadap lonjakan kasus demam berdarah, terutama di wilayah-wilayah rawan, menurutnya, Banjarmasin memiliki sejumlah titik yang tergolong ekstrem dalam hal potensi penyebaran DBD.
“Di Banjarmasin ada tempat-tempat tertentu yang ekstrem adanya tercetusnya DBD, mungkin orang tua harus lebih waspada lagi,” pungkasnya.
(Kalimantanlive.com/Lina)







