KALIMANTANLIVE.COM – Bermain game memang menyenangkan, tapi hati-hati, kecanduan game online bisa berdampak serius pada otak dan tubuh, bahkan menyerupai efek penggunaan narkoba! Hal ini diungkapkan oleh sejumlah studi ilmiah terbaru yang memperingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam bermain gim digital.
Mengutip Psychology Today, Sabtu (5/7/2025), bermain game secara berlebihan dapat meningkatkan kadar dopamin dalam otak hingga dua kali lipat. Dopamin adalah zat kimia yang terkait dengan rasa senang dan kepuasan. Peningkatan ini mirip dengan yang terjadi pada pengguna heroin, kokain, atau amfetamin, yang diketahui bisa meningkatkan dopamin hingga 10 kali lipat.
# Baca Juga :Penentuan Nasib Garuda Pertiwi! Indonesia Vs Taiwan Malam Ini di Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026
# Baca Juga :Kenali Ciri dan Cara Mengatasi Kecanduan Gadget, Bocah di Palangkaraya Kena Stroke Ringan
# Baca Juga :DPRD Murung Raya Imbau Orangtua Waspadai Bahaya Judi Online pada Anak
# Baca Juga :Kominfo Tegaskan Situs Judi Online akan Tetap Diblokir, Meski Sudah Daftar PSE
Tak hanya itu, studi komprehensif yang dipublikasikan oleh Medical News Today juga menyatakan bahwa video game dapat mengubah fungsi dan struktur otak. Penelitian ini menganalisis 116 studi ilmiah sejak 2017, termasuk 22 studi tentang perubahan struktural otak dan 100 studi tentang fungsi dan perilaku otak.
Menurut peneliti Marc Palaus dan timnya, pecandu game dapat mengalami perubahan nyata dalam sistem penghargaan saraf—bagian otak yang berperan dalam pembentukan rasa senang, motivasi, dan pembelajaran.
“Kami melihat bagaimana otak bereaksi terhadap paparan game. Tapi, tidak semua efeknya akan terlihat dalam kehidupan nyata,” jelas Palaus.
Meski begitu, Palaus menegaskan bahwa bermain game tidak sepenuhnya buruk. Dampak positif juga bisa muncul bila aktivitas ini dilakukan secara seimbang. Yang menjadi masalah adalah ketika game menjadi prioritas utama dalam hidup seseorang.
WHO: Gaming Disorder Berhubungan dengan Gangguan Mental
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah mengakui gaming disorder sebagai gangguan mental. Kondisi ini ditandai dengan perilaku bermain game yang berlebihan dan sulit dikendalikan, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan, sekolah, dan hubungan sosial.
Seseorang yang mengalami kecanduan game bisa mengalami perubahan emosi seperti lebih mudah marah, depresi, atau menarik diri dari lingkungan sosial. Perubahan karakter ini bisa terjadi secara bertahap tanpa disadari.
Situs Addiction Help juga memperingatkan bahwa kecanduan game tidak boleh dianggap remeh karena bisa berdampak pada fisik dan mental, baik dalam jangka pendek maupun panjang.










