KALIMANTANLIVE.COM – Kasus kematian tragis Juliana Marins, pendaki asal Brasil di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, memasuki babak baru. Keluarga korban berencana membawa kasus ini ke jalur hukum internasional, dan Pemerintah Indonesia diminta untuk bersiap menghadapi kemungkinan gugatan.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan bahwa pemerintah harus mengikuti perkembangan kasus ini secara serius dan hati-hati.
# Baca Juga :Investor China Kabur, Proyek Kereta Gantung Rinjani Senilai Rp2,2 Triliun Gagal Total!
# Baca Juga :Juliana Tewas Tragis di Rinjani, Brasil Siap Seret Indonesia ke Jalur Hukum HAM Internasional!
# Baca Juga :Menangis, Anggota SAR Agam Rinjani Minta Maaf Gagal Selamatkan Juliana di Jurang Rinjani
# Baca Juga :Tragedi Rinjani: Juliana Marins Ditemukan Tewas di Kedalaman 600 Meter, Proses Evakuasi Dramatis Terus Berlanjut
“Pemerintah kita harus mengikuti perkembangan kasus ini dengan baik dan hati-hati. Sebab, keluarga Juliana kelihatannya belum menerima musibah ini dengan lapang dada. Itulah sebabnya mereka berencana menggugat Indonesia melalui jalur hukum internasional,” ujar Saleh kepada wartawan, Jumat (4/7/2025).
Menurut Saleh, Indonesia harus segera mempersiapkan dokumen hukum, bukti, dan tim pengacara yang kompeten untuk menghadapi gugatan yang mungkin dilayangkan ke lembaga internasional.
“Indonesia harus bersiap menghadapi gugatan yang akan diajukan. Perlu dipersiapkan bukti dan fakta terkait musibah itu. Dan tentu para pengacara yang memiliki kemampuan yang baik untuk membela Indonesia,” katanya.
Evaluasi Total Sistem Pendakian Rinjani
Menanggapi insiden ini, Saleh juga mendorong pemerintah untuk mengevaluasi seluruh aspek terkait pendakian, khususnya di kawasan Gunung Rinjani. Ia menekankan bahwa aspek keamanan dan keselamatan pendaki harus menjadi prioritas.
“Siapa pun boleh melakukan pendakian, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas. Ini adalah bagian dari aktivitas pencinta alam. Karena itu, harus dipikirkan betul agar setiap orang merasa nyaman, aman, dan tenang ketika melakukannya,” ujarnya.
Meski kasus ini menjadi sorotan internasional, Saleh optimistis bahwa peristiwa ini tidak akan merusak citra pariwisata Indonesia, selama pemerintah menangani dengan baik dan memperbaiki sistem yang ada.
“Kalau dari laporan polisi kita, ini adalah kecelakaan biasa. Karena itu, tidak perlu ada kekhawatiran apa pun. Yang perlu dijaga adalah bagaimana agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Standar prosedur pendakian harus diperbaiki,” tegasnya.









