Barcelona dan Klub Lain Turut Terlibat
UEFA tak hanya menyoroti klub-klub Inggris. Barcelona, raksasa La Liga, juga dijatuhi denda 15 juta euro, meskipun tidak dirinci lebih lanjut pelanggaran spesifiknya. Klub-klub lain yang ikut dikenai denda antara lain:
Olympique Lyonnais (Prancis): 12,5 juta euro
Besiktas (Turki): 900 ribu euro
Panathinaikos (Yunani): 400 ribu euro
Hajduk Split (Kroasia): 300 ribu euro
Aksi “Sulap” Finansial Lewat Penjualan Tim Wanita
Dalam upaya menghindari pelanggaran PSR di Premier League, Chelsea dan Aston Villa sempat menjual tim wanita mereka ke perusahaan induk masing-masing—Chelsea ke BlueCo dan Villa ke V Sports. Langkah ini diambil untuk menciptakan pemasukan fiktif dan memperbaiki neraca keuangan.
Namun, UEFA secara tegas menyatakan bahwa transaksi antar-entitas afiliasi tidak diakui sebagai pendapatan sah dalam kerangka FFP. Ini berbeda dengan Premier League yang masih mentoleransi strategi semacam itu.
Peringatan Keras dari UEFA
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa UEFA kini lebih aktif dalam menindak pelanggaran finansial, terlebih dengan aturan PSR yang lebih ketat. Klub-klub besar tak lagi kebal dari hukuman, dan langkah manipulatif kini lebih mudah terdeteksi.
UEFA sebelumnya juga menjatuhkan sanksi kepada klub seperti Paris Saint-Germain (PSG) pada 2022, yang dikenai denda 10 juta euro karena pengeluaran berlebih.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







