Produk akan dipasarkan ke Asia Tenggara, India, hingga Amerika Serikat.
“Diproduksi di Indonesia, tapi berorientasi ekspor global,” ujar Reynaldi Istanto, Direktur Hubungan Kelembagaan IBC.
BACA JUGA: BSU Rp600 Ribu Tahap Akhir 2025: Cek Status Penerima di Sini!
Pabrik ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional, terintegrasi dengan enam lini usaha, mulai dari penambangan nikel hingga daur ulang baterai, yang memperkuat hilirisasi dan mengurangi ketergantungan impor.
“Indonesia kini bukan hanya penyedia bahan mentah, tapi pemain utama di industri EV global,” tegas Reynaldi.
Sumber: Fajar Harapan







