Selengkapnya Tentang Shalahuddin dan Jimmy Carter, Tentang Infrastruktur, Lewat Janji dan Uang Pribadi

Selain itu harta kekayaan Shalahuddin pernah dipertanyakan media, karena dianggap melonjak drastis 1,7 Miliar hanya dalam waktu 1 tahun di masa ia menjabat Kadis PUPR Kalteng, sayangnya tidak diketahui kelanjutan dari isu ini setelahnya meskipun tanda tanya masih terus ada.

Terakhir Shalahuddin menjadi Asisten I, selebihnya tidak banyak diketahui lagi tentang jejak Shalahuddin selain ia pernah menjadi PJS (Penjabat Sementara) Bupati Kotim dan disebut-sebut pernah gagal total saat maju pada Pilkada Bupati Barito Utara beberapa tahun yang lalu (?)

Tidak banyak diketahui juga kiprah Shalahuddin saat menjadi Kabid PU Barito Utara dalam proyek-proyek di Kabupaten ini pada masanya, dan hubungannya dengan para kontraktor lokal saat itu (masih perlu ditelusuri).

Pada jembatan KH. Hasan Basri, masih berdasar informasi media, Shalahudin pernah memperkirakan jembatan tua tersebut akan diredesain ulang pada tahun 2035 nanti, artinya jembatan tetap, namun bangunan (bekas) atasnya dipindah untuk daerah lain yang membutuhkan.

Upaya Kalimantan Live menggali lebih jauh tentang profil dan rekam jejak sosok Shalahuddin pada pembangunan dan sejarah perjalanan hidupnya dari sumbernya langsung sayangnya tidak dapat terwujud, kendati telah dicoba melalui sambungan WA. Hanya mendapat jawaban stiker “terima kasih”, termasuk ketika ingin meliput kampanyenya, tidak mendapatkan tanggapan.

Luar biasa dari Shalahuddin adalah tekadnya yang kuat untuk tidak memberikan uang kepada warga Barito Utara yang memilihnya atau tidak politik uang, hal tersebut ia sampaikan dalam beberapa orasinya. Sehingga warga Barito Utara yang menginginkan uang karena memilihnya tidak akan mendapatkannya dari Shalahuddin dan Felix Sonadie.

Beralih ke Jimmy Carter, calon Bupati yang namanya persis seperti Presiden Amerika ke 39 itu. Ia adalah politisi saudara kandung H. Nadalsyah Koyem Bupati Barito Utara 2 periode. Tentang pendidikan formal dapat dikatakan tidak terlalu mencolok, namun dikenal sebagai seorang pengusaha yang giat bekerja dan disiplin tinggi.

Jimmy Carter bila mempersiapkan sesuatu semisal akan berkampanye di suatu tempat, segala sesuatunya akan diperiksa dan dimonitornya sedetail mungkin, sampai pada kabel-kabel pengeras suara pun dipantaunya demi kesempurnaan acara.

Tim kampanye yang mengikutinya akan mendapat nasehat apabila membuang sampah sembarangan, termasuk saat mobil rombongan sedang diperjalanan, dilarang membuang sampah dipinggir jalan melewati jendela mobil. Sampah diminta disimpan dulu dalam mobil, nanti dibuang ke tempat sampah setelah sampai ditujuan.