Saat bertamu ke rumah warga Desa atau di pelataran warga kampung, sendal atau sepatu harus dilepaskan, agar jangan bersikap tidak hormat meskipun terhadap warga kampung yang jauh terpencil atau rakyat kecil.
“Jimmy Carter cara pembaurannya bersama warga tampak tidak dibuat-buat, bahkan istrinya biasa ikut mencari buah hutan seperti asam bulau bersama warga kampung,” pengakuan warga Jingah yang pernah menyaksikannya langsung.
Kalimantan Live suatu ketika menanyakan langsung kepada ibu Hj. Vera sang istri dari Kandidat orang nomor satu di Barito Utara ini, mengenai dirinya yang tak segan ikut membaur bersama warga, misal seperti mencari buah asam hutan tersebut.
“Saya ini dari kecil sering bermain di pantai Barito juga,” tutur Hj. Vera merendah dalam bahasa Bakumpai yang kental, menunjukan dirinya tidak membedakan status sosial.
Mengenai pembangunan infrastruktur, keluarga Jimmy Carter ternyata membangun jembatan Desa dengan uang pribadi mereka sendiri, contohnya adalah jembatan gantung di Desa Sabuh yang dibangun pada tahun 2019 dan diresmikan pada tahun 2022 lalu.
Jembatan yang diberinama “Akhmad Gunadi” ini menelan biaya sebesar 7 Miliar rupiah dan dimaksudkan untuk memudahkan akses masyarakat desa guna meningkatkan roda ekonomi setempat yang sebelumnya mengalami kesulitan sebelum adanya jembatan.
“Semoga jembatan ini mampu meningkatkan roda perekonomian selain itu dapat memangkas jarak ke Desa Sabuh, tidak lagi melalui Km. 27 Desa Sikui,” kata H. Nadalsyah Koyem saat itu.
Banyak pembangunan infrastruktur jempolan yang terkait erat dengan semangat membangun keluarga Jimmy Carter. Kendati begitu tentu saja wajar apabila hasil karya pembangunan masa kepemimpinan Koyem dan pasca kepemimpinannya akan selalu mendapat kritikan.
Pembangunan tersebut sering dianggap untuk mengangkat nama keluarga sendiri dalam hal pemberian nama bangunannya, untuk meninggalkan legacy keluarga, kata beberapa kritikusnya.
Kendati demikian, dapat saja berbeda dengan Jimmy Carter. Semangat pembangunan dimasa Koyem banyak diharapkan untuk dilanjutkan lagi ditangan Jimmy. Mengenai kritik-kritik yang masuk diharapkan menjadi bahan introspeksi yang mungkin perlu diperbaiki Jimmy Carter, dan dia adalah pemuka Partai Demokrat Kalteng yang demokratis.
Saat menemui tokoh Dayak Suria Baya bulan lalu, ketika menanggapi masa lalu dirinya yang pernah berseberangan dengan tokoh Dayak tersebut di masa Gogo – Helo vs Agi Saja, Jimmy sambil tersenyum mengatakan, “politik yang dibawa hingga ke hati hanya oleh orang yang baru masuk dunia politik,” ujarnya (29/6/2025).
Kini Kabupaten Barito Utara telah bertambah usia menginjak umur 75 tahun, kedewasaan berpolitik masyarakat sudah seharusnya sesuai dengan umurnya yang sudah tidak lagi belia. Menghormati pendapat dan pilihan orang lain adalah ciri negara demokrasi modern yang maju dan telah matang.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor







