Geger Anak Pejabat Propam Pakai Mobil Dinas Buat Jalan-Jalan, Serempet Mobil Lain dan Terlibat Tabrak Lari!

3. Ngaku Lagi Antar Guru, Tapi Malah Terlibat Tabrak Lari

Dalam keterangannya, Ferry menyebut AS saat itu sedang mengantar gurunya yang tak sengaja ditemuinya di jalan. Namun dalam perjalanan itulah, AS diduga menyerempet mobil korban hingga terjadi cekcok.

“Informasi sementara, AS mengantar gurunya yang searah jalan. Dalam perjalanan itulah terjadi serempetan kendaraan,” jelas Ferry.
4. Polisi: Hanya Serempet, Bukan Tabrak Lari!

Meski video menyebut terjadi tabrak lari, polisi mengatakan tidak ditemukan bukti kuat. Hasil klarifikasi menyebut hanya terjadi serempetan ringan antara dua mobil.

“Tidak ada bukti kuat bahwa itu tabrak lari. Dari pengecekan kendaraan, hanya terdapat serempetan kecil,” ujar Ferry.
5. Ayah AS Diperiksa, Terancam Sanksi Disiplin

Meski tidak mengemudi, Iptu A tetap diperiksa oleh Propam Polda Sumut atas dugaan kelalaian. Ia dianggap lalai membiarkan anaknya menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi.

“Masih dalam pemeriksaan. Jika terbukti lalai, akan diberi sanksi sesuai aturan disiplin Polri,” tegas Ferry.

Ia juga mengingatkan bahwa kendaraan dinas Polri hanya boleh digunakan untuk keperluan kedinasan, bukan untuk pribadi apalagi keluarga.
6. Kasus Berakhir Damai, Tak Ada Tuntutan Ganti Rugi

Meski sempat memanas, kasus ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, mengatakan kedua pihak telah bertemu dan sepakat berdamai.

“Sudah damai, tidak ada tuntutan ganti rugi. Mereka saling memaafkan,” ujar Made.
Kesimpulan: Bobroknya Pengawasan Orang Tua dan Etika Pemanfaatan Fasilitas Negara

Kasus ini jadi pelajaran penting tentang pentingnya pengawasan orang tua, terlebih jika menyangkut aset negara. Meski berakhir damai, peristiwa ini mencoreng citra institusi dan membuka mata publik tentang bagaimana kendaraan dinas kerap disalahgunakan.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI