MEDAN, KALIMANTANLIVE.COM – Publik kembali dibuat gempar oleh ulah remaja yang menyalahgunakan fasilitas negara. Seorang anak berinisial AS (16), yang merupakan putra dari Kepala Seksi Propam Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) Iptu A, nekat membawa mobil dinas polisi untuk jalan-jalan dan berujung pada insiden dugaan tabrak lari di Kota Medan.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (6/7/2025) sore di Jalan Pandu, Medan, ini langsung viral di media sosial dan memicu kemarahan warganet. Tak hanya itu, sang ayah yang merupakan anggota Polri pun kini harus menghadapi pemeriksaan internal dan terancam sanksi disiplin.
# Baca Juga :Dari Kades, Manajemen PT NPR Hingga Oknum Polisi dilaporkan putra Dayak Ini ke Kejaksaan Negeri Muara Teweh
# Baca Juga :Sidang Peristiwa Tugboad di PN Muara Teweh Dalam Sorotan, Muncul Nama Diduga Oknum Polisi
# Baca Juga :Jeritan Minta Tolong Pecahkan Keheningan! Ternyata Oknum Polisi Aniaya Mantan Pacar di Kosan
# Baca Juga :Dua Oknum Polisi di Semarang Peras Remaja Rp 2,5 Juta, Terancam Dipecat dan Penjara 9 Tahun!
Berikut enam fakta mencengangkan di balik insiden ini:
1. Aksi Bocah Bawa Mobil Polisi Terekam Kamera, Video Langsung Viral!
Kejadian ini pertama kali mencuat dari unggahan akun Instagram @apacerita_medan. Dalam video tersebut terlihat seorang wanita mengejar sebuah mobil dinas polisi yang diduga menabraknya lalu kabur. Dengan suara emosi, ia menyebut pengemudi mobil adalah anak-anak.
“Wah gila udah tabrak lari, ini kayaknya anak-anak yang bawa! Mobil Propam nabrak terus kabur!” teriak perekam video.
Wanita itu akhirnya berhasil menghentikan mobil dan memaksa pengemudi membuka kaca jendela. Ternyata, pelakunya adalah AS (16), anak pejabat Propam, yang duduk di samping seorang wanita muda.
2. Diam-diam Ambil Kunci, AS Pakai Mobil Dinas Buat Jalan-jalan
Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, insiden bermula saat Iptu A tengah beristirahat di rumahnya di Medan setelah pulang dari tugas di Polda Sumut. Saat itulah AS mengambil kunci mobil dinas dan menggunakannya untuk jalan-jalan di kota.
“Saat ayahnya istirahat, AS mengambil mobil dinas untuk keliling Kota Medan tanpa izin,” kata Ferry.







