Menteri-Menteri Prabowo Ajukan Tambahan Anggaran Gila-gilaan di 2026, POLRI Rp 63,7 Triliun

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belum genap setahun berjalan, namun deretan kementerian dan lembaga di bawah Kabinet Merah Putih sudah “ramai-ramai” mengajukan tambahan anggaran fantastis untuk tahun 2026.

Dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) dan komisi-komisi DPR RI, para menteri menyampaikan bahwa pagu indikatif yang telah ditetapkan pemerintah tak cukup untuk membiayai program prioritas. Alhasil, puluhan triliun rupiah tambahan pun diminta. Lantas, untuk apa saja dana sebesar itu akan digunakan?

# Baca Juga :Waspada Cuaca Ekstrem! Ini Prakiraan Cuaca 13 Kota/Kabupaten di Kalimantan Selatan, Selasa 8 Juli 2025

# Baca Juga :VIRAL! Robot Polisi Seharga Rp 3 Miliar: Sudah Mejeng di Monas, Tapi Belum Dianggarkan!

# Baca Juga :TERBARU! Harga Emas Hari Ini, 8 Juli 2025: Antam Meroket, UBS dan Galeri24 Kompak Terkoreksi!

# Baca Juga :Cegah Masuk Grup WhatsApp Sembarangan, Aktifkan Fitur Ini!

1. Rp 728,8 Miliar untuk Command Center Polkam

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan mengajukan anggaran fantastis: Rp 728,8 miliar—melonjak drastis dari pagu indikatif Rp 126,5 miliar.
Mayoritas dana tersebut akan digunakan untuk membangun Command Center Strategis Nasional senilai Rp 250 miliar, yang diklaim akan memantau situasi nasional secara real-time.

2. Yusril Usul Tambahan Rp 100,6 Miliar, Dulu Sempat Tak Bisa Bayar Gaji

Menteri Koordinator Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra mengeluhkan minimnya anggaran tahun sebelumnya, bahkan sempat tidak bisa menggaji pegawai. Tahun 2026, ia minta tambahan Rp 100,6 miliar agar kementeriannya bisa kembali “bernafas”.

3. AHY Butuh Rp 200 Miliar untuk Kawal Kereta Cepat ke Surabaya

Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Infrastruktur, meminta tambahan Rp 200 miliar untuk mendampingi perpanjangan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung hingga Surabaya. Ia menyebut koordinasi lapangan butuh dukungan anggaran besar.

4. Zulhas Minta Rp 272 Miliar Demi Pangan dan Koperasi Desa

Menko Pangan Zulkifli Hasan tak mau ketinggalan. Ia mengajukan Rp 272 miliar tambahan untuk program pemantauan kebutuhan pangan dan penguatan koperasi desa.

5. Pratikno Ajukan Rp 207 Miliar untuk AI dan Stunting

Menko PMK Pratikno mengincar tambahan Rp 207,2 miliar guna mengembangkan teknologi kecerdasan buatan dan menurunkan angka stunting.

6. Cak Imin Butuh Rp 276 Miliar untuk Basmi Kemiskinan

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin membawa misi berat: Indonesia bebas kemiskinan. Untuk itu, ia mengajukan tambahan Rp 276,1 miliar.

7. POLRI Minta Tambahan Rp 63,7 Triliun!

Inilah permintaan anggaran terbesar. Kepolisian Negara RI ingin tambahan Rp 63,7 triliun, menjadikan total kebutuhan mereka Rp 173,4 triliun. Dana ini digunakan untuk pengadaan kendaraan listrik, kapal cepat, serta pengamanan wilayah.

8. Kejaksaan Butuh Rp 18,5 Triliun Tambahan

Kejaksaan Agung menyatakan defisit anggaran sebesar 67%. Plt JAM Pembinaan Narendra Jatna menyebut kebutuhan riil mencapai Rp 27,4 triliun, sedangkan pagu hanya Rp 8,9 triliun.