Demi Rayu Trump, RI Siap Diserbu Minyak dan Gandum AS: Tarif Impor 32% Bikin Panas!

KALIMANTANLIVE.COM – Indonesia bersiap ‘mengalah’ dalam negosiasi dagang dengan Amerika Serikat (AS). Demi membujuk Presiden AS Donald Trump agar menurunkan tarif impor setinggi 32%, pemerintah rela membanjiri pasar dalam negeri dengan komoditas AS, mulai dari minyak mentah hingga gandum.

Langkah ini merupakan respons atas keputusan Trump yang tetap menerapkan tarif impor terhadap produk Indonesia per 1 Agustus 2025, meski negosiasi telah berlangsung sejak April.

# Baca Juga :Doa Nabi Yunus AS untuk Mengatasi Utang dan Kesulitan Hidup: Rahasia dari Perut Ikan yang Menjadi Penyelamat

# Baca Juga :KPK Jadwalkan Periksa Gubernur Jatim Khofifah Hari Ini, Kasus Dugaan Suap Dana Pokmas ABPD 2019-2022

# Baca Juga :KPK Tetapkan 5 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin EDC BRI, Libatkan Pihak Swasta

# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Kalimantan Selatan Kamis 10 Juli 2025: Waspadai Hujan Ringan dan Kabut Malam Hari

“Kami tidak akan mundur. Negosiasi terus berjalan,” tegas Haryo Limanseto, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (9/7/2025).

Airlangga Langsung Terbang ke AS Usai BRICS

Setelah mendampingi Presiden Prabowo dalam KTT BRICS di Brasil, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto langsung terbang ke Washington DC. Misinya: menemui tiga tokoh penting AS demi meredam kebijakan tarif tinggi Trump.

Airlangga dijadwalkan bertemu dengan:

Howard Lutnick, Secretary of Commerce (Menteri Perdagangan AS)

Scott Bessent, Secretary of Treasury (Menteri Keuangan AS)

Jamieson Greer, USTR (Perwakilan Dagang AS)

“Kita ingin buktikan bahwa Indonesia adalah mitra strategis, bukan musuh dagang,” ujar Haryo.

Gandum, Energi, Jagung: RI Borong Komoditas AS

Untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dan menunjukkan itikad baik, sektor bisnis Indonesia telah menyepakati pembelian besar-besaran produk-produk AS, mulai dari gandum, jagung, kapas, hingga energi.

Beberapa perusahaan dan asosiasi yang terlibat antara lain:

PT Pertamina: Impor energi (minyak dan gas)

FKS Group dan PT Sorini Agro Asia Korindo: Impor jagung

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API): Impor kapas

Asosiasi Produsen Tepung Indonesia: Impor gandum