Harga Emas Dunia Naik Tipis, Investor Waspadai Tarik Ulur Perang Dagang AS

KALIMANTANLIVE.COM – Harga emas dunia mencatat kenaikan tipis pada perdagangan Rabu (9/7/2025) waktu AS atau Kamis (10/7) pagi WIB. Investor global masih mencermati ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan sejumlah mitra strategisnya.

Mengutip laporan Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,3% ke level 3.310,26 dolar AS per ons, sedangkan emas berjangka Comex turut terkerek 0,1% ke level 3.321 dolar AS per ons.

# Baca Juga :Real Madrid Dipermalukan! Blunder Bek Tengah Bikin PSG Melaju ke Final Piala Dunia Klub 2025

# Baca Juga :Laris Manis! Mobil Listrik GWM Ora 03 Banjir Peminat, Pengiriman Dimulai Agustus

# Baca Juga :Bangun Tidur Langsung Cek HP? Hati-Hati, Ini 4 Dampak Serius Bagi Kesehatan Mental dan Fisik!

# Baca Juga :Korea Geger! Pengadilan Perintahkan Penangkapan Ulang Eks Presiden Yoon Suk Yeol

Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, menyebut tren ini masih ditopang oleh kekhawatiran fiskal AS serta meningkatnya volatilitas pasar.

“Dalam kondisi ketidakpastian fiskal dan defisit yang terus membesar, investor mulai kembali melirik emas sebagai aset aman (safe haven),” ujarnya.

Negosiasi Dagang Jadi Fokus, Dolar AS Masih Perkasa

Pasar juga sedang mengamati langkah Uni Eropa yang tengah berupaya merampungkan kesepakatan dagang dengan AS sebelum akhir Juli 2025.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali menebar ancaman tarif lanjutan terhadap negara-negara mitra yang belum disebutkan namanya. Ini menambah ketidakpastian arah perdagangan global ke depan.

Dari sisi fiskal, Trump baru saja menandatangani kebijakan pemangkasan pajak dan belanja negara besar-besaran. Namun, analis independen memperingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menambah utang AS hingga 3,4 triliun dolar AS dalam 10 tahun ke depan.

Di saat yang sama, dolar AS masih bertengger di level tertinggi dalam dua pekan terakhir, menjadikan harga emas relatif lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang non-dolar—sehingga bisa menekan minat beli emas dalam jangka pendek.

Tekanan Terhadap The Fed, Suku Bunga Masih Ditahan

Sinyal dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), masih menunjukkan kecenderungan menahan suku bunga. Dalam risalah pertemuan FOMC 17-18 Juni 2025 lalu, mayoritas pembuat kebijakan belum mendukung penurunan suku bunga, meski Presiden Trump terus mendesak agar suku bunga segera diturunkan.