BREAKING! Israel Siap Gencatan Senjata Permanen di Gaza, Tapi dengan Syarat “Hamas Harus Lenyap”!

KALIMANTANLIVE.COM – Dunia menahan napas! Untuk pertama kalinya sejak konflik meletus, Israel menyatakan kesiapan melakukan gencatan senjata permanen di Gaza. Tapi tunggu dulu—ada syarat berat yang harus dipenuhi Hamas: melucuti seluruh senjata dan menyerahkan kekuasaan di Gaza!

Pernyataan tegas ini dilontarkan langsung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam video yang dirilis dari Washington, Kamis (10/7/2025), di tengah perundingan panas tak langsung antara delegasi Israel dan Hamas yang sedang berlangsung di Doha, Qatar.

# Baca Juga :Deretan Aplikasi Populer di Indonesia yang Ternyata Buatan Israel

# Baca Juga :Iran Umumkan Gencatan Senjata! Perang 12 Hari Lawan Israel Resmi Berakhir, Ketiga Pihak Klaim Menang

# Baca Juga :Konflik Iran-Israel Memuncak: Rudal Khyber dan Drone Hantam Target Strategis, Serangan Balasan Mengguncang Teheran

# Baca Juga :Perang Iran vs Israel Terancam Picu Kenaikan Biaya Logistik Global! Selat Hormuz Jadi Titik Krisis Energi Dunia

“Kami akan memulai negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen, tapi Hamas harus kehilangan kekuatan militer dan tidak boleh lagi memerintah Gaza,” tegas Netanyahu.

Jeda 60 Hari, Lalu Damai? Ini Skema Versi Israel

Dalam rencana yang diajukan, Israel siap menghentikan operasi militernya selama 60 hari. Di masa jeda inilah perundingan damai akan digelar—namun hanya jika Hamas menyerah secara total.

“Jika dalam 60 hari tidak ada kesepakatan, maka kami akan menyelesaikannya dengan cara lain — lewat kekuatan militer penuh,” lanjut Netanyahu dengan nada keras.

🇺🇸 Peran Amerika dan Target Sandera

Usulan jeda tempur ini didorong oleh Utusan Khusus Timur Tengah AS, Steve Witkoff, dan didukung penuh oleh Presiden Donald Trump, yang berharap kesepakatan bisa tercapai sebelum akhir pekan ini.

Dalam skema awal, Hamas diharapkan membebaskan separuh dari 20 sandera yang diyakini masih hidup di Gaza.

Faktanya, Hamas telah menyatakan kesiapan membebaskan 10 sandera pada Rabu (9/7/2025), sebagai tanda niat baik untuk membuka jalur negosiasi.

Hamas Punya Syarat Balik: Tolak Militer Israel & Tuntut Jaminan Damai

Namun tak semudah itu. Sehari setelah pernyataan dari Netanyahu, Hamas menolak kehadiran militer Israel dalam jumlah besar di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan.

Mereka juga menuntut kebebasan arus bantuan kemanusiaan dan mendesak adanya jaminan nyata untuk perdamaian jangka panjang.

“Kami menuntut akses penuh bantuan ke Gaza dan jaminan perdamaian, bukan tekanan bersenjata,” tegas juru bicara Hamas.